Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Bantu ‘Sekutu Dekatnya’ Perangi Corona, Bloomberg Ungkap Kesiapan Turki Suplai Alat Medis ke Israel

afp-4f358a9765e5d23cb80fe4d56b41d8814756ce1d.jpg

POROS PERLAWANAN – Situs web milik pengusaha AS, Bloomberg mengungkapkan bahwa Turki siap menyuplai peralatan medis Israel, seperti masker wajah, pakaian pelindung dan sarung tangan steril, untuk membantu negaranya memerangi wabah virus Corona. Hal ini terjadi, setelah hubungan dingin kedua belah pihak selama bertahun-tahun.

Bloomberg mengutip pernyataan pejabat tinggi Turki di Ankara, yang mengatakan, “Pemerintah Turki setuju untuk menjual peralatan medis ke Israel demi alasan kemanusiaan. Diharapkan, Israel juga memungkinkan pengiriman bantuan Turki serupa, kepada otoritas Palestina tanpa hambatan.”

Terkait masalah sangat sensitif ini, Pejabat yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan, “Tiga pesawat Israel diperkirakan akan mendarat di Pangkalan Angkatan Udara Incirlik Selatan, untuk mengangkut kargo, Kamis depan.”

Ia menambahkan, “Turki akan menyumbangkan bantuan medis kepada Palestina dalam beberapa hari mendatang.”

Sangat disayangkan, situs itu belum bisa mengonfirmasi pejabat Israel untuk meminta tanggapan pada hari Kamis, mengingat sejak malam Rabu 8 April hingga Kamis 16 April mendatang adalah libur resmi, Hari Paskah Yahudi.

Bloomberg menekankan, bahwa “masih terlalu dini untuk menyimpulkan, apakah tawaran solidaritas tak terduga selama epidemi ini, akan membuka jalan untuk menormalisasi ketegangan hubungan antara Turki dan Israel, yang merupakan sekutu strategis.”

Sebelum Presiden Recep Tayyip Erdogan menjabat pada tahun 2003, Turki adalah mitra terdekat Israel di dunia Islam, dan pasukan mereka memiliki ikatan hubungan yang kuat.

Hubungan keduanya memburuk pada tahun 2010, ketika pasukan komando Israel menyerbu kapal bantuan kemanusiaan Turki, Freedom Flotila yang dijalankan oleh Gerakan Hamas sedang menuju Gaza, dan menewaskan 10 warga Turki.

Akibat aksi itu, Turki mengusir Duta Besar Israel, memulangkan Dubesnya dari Tel Aviv, juga menarik diri dari latihan-latihan militer bersama. Kendati penjualan alutsista sempat terhenti, namun hubungan dagang di sektor lain tetap mengalami fleksibilitas.

Sekadar informasi, rezim zionis Israel telah memberikan pernyataan, bahwa 9000 lebih warganya terinfeksi virus Corona, dengan angka kematian mencapai 50 orang.

*Sumber: almayadeen

Tags: