Loading

Ketik untuk mencari

Eropa Lebanon

Bawa Agenda AS-Israel, Macron Dikte Lebanon Lakukan Investigasi Internasional

Bawa Agenda AS-Israel, Macron Dikte Lebanon Lakukan Investigasi Internasional

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Kamis 6 Agustus mengunjungi Lebanon pasca terjadinya ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut. Dia mendatangi TKP dan bertemu dengan Presiden Lebanon, Michel Aoun.

Usai jumpa pers bersama Aoun, Macron dalam pertemuan lain di depan Kedubes Prancis menyatakan, perlu ada investigasi internasional untuk menguak sebab dan pelaku ledakan di pelabuhan Beirut.

Padahal sebelum ini, Mendagri Lebanon Muhammad al-Fahmi menegaskan negaranya tidak memerlukan penyelidikan internasional terkait tragedi Beirut. Ia menyatakan hasil penyelidikan akan diumumkan secara transparan.

Menurut Macron, sejumlah warga Prancis menjadi korban luka dalam tragedi tersebut. Sembari menyatakan bahwa negaranya “tidak akan meninggalkan Lebanon”, ia mengaku bahwa bantuan dari Prancis akan segera tiba.

Ditujukan kepada kawula muda Lebanon, Macron menyatakan Pemerintah Prancis tetap akan berada di samping mereka usai memberikan bantuan. Menurutnya, Lebanon harus fokus pada budaya dan kebebasan berpendapat di kalangan muda.

Macron, yang disebut sejumlah pihak masih menganggap Lebanon sebagai jajahan Prancis, meminta Beirut untuk serius memerangi korupsi. Dia menilai bahwa Lebanon “butuh reformasi politik secara cepat”.

Lawatan Presiden Prancis ke Lebanon dicurigai membawa agenda AS-Israel. Kepada warga dan wartawan Lebanon, Macron mengaku bahwa dia berencana mengatur bantuan internasional untuk Lebanon. Namun dia mengajukan satu syarat. Ia mengatakan, bantuan-bantuan ini membutuhkan “reformasi dan inisiatif politis”. Tanpa dua hal ini, ujar Macron, “Lebanon akan terus tenggelam”.

Kuat dugaan bahwa syarat yang dimaksud Macron adalah syarat dari AS, yaitu agar Hizbullah bersedia mengalah dan persenjataannya dilucuti. Ini adalah syarat yang menguntungkan Rezim Zionis. Untuk itu, Barat tak segan menekan semua penduduk Lebanon, terutama pemerintahnya.

Tags:

Fatal error: Allowed memory size of 134217728 bytes exhausted (tried to allocate 20480 bytes) in /www/wwwroot/porosperlawanan.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 2128