Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Berkat Spirit Kemandirian Iran, Angkatan Laut IRGC Sukses Tingkatkan Jangkauan Rudal Lautnya Hingga 700 Km Tanpa Bergantung Bantuan Asing

Rudal Terbaru Iran Jangkau 700 Km

POROS PERLAWANAN – Komandan Angkatan Laut Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan, pasukannya telah mengembangkan rudal dengan jangkauan 700 Km tanpa bantuan negara lain.

“Jangkauan terjauh dari rudal laut kita sebelumnya [sebelum Revolusi Islam] tidak melebihi 45 Km dan itu pun dicapai dengan bantuan dari penasihat militer Amerika,” kata Brigadir Jenderal Alireza Tangsiri dalam sebuah wawancara pada hari Senin 20 April, seperti yang dilansir PressTV.

“Namun, kami telah mengembangkan rudal bawah laut dan permukaan ke permukaan dengan jangkauan 700 kilometer, yang seluruhnya dibuat di dalam negeri,” tambahnya.

Di bagian lain dalam sambutannya, Tangsiri menekankan bahwa pasukan asing adalah sumber rasa tidak aman di kawasan dan menambahkan, “Di mana pun pasukan Amerika hadir, rasa tidak aman mengikuti dan kita tahu di mana saja [di dunia] ada kehadiran militer Amerika, selalu menyebabkan ketidakamanan.”

Menyinggung sebuah insiden baru-baru ini antara Angkatan Laut IRGC dan kapal perang AS di Teluk Persia, Tangsiri mengatakan, “Amerika dalam petualangan ini menghalangi jalan kapal kami, melanggar aturan internasional dan bahkan menahan diri untuk tidak memberikan tanggapan radio, namun dihadapkan dengan gerakan kuat pasukan kami.”

Tangsiri menekankan bahwa kehadiran Amerika di Teluk Persia telah menyebabkan peningkatan besar dalam jumlah insiden maritim, dan menambahkan, “Sejak kedatangan Amerika di wilayah tersebut, 550 tanker minyak telah menjadi sasaran [dalam berbagai serangan] dan keamanan regional telah berkurang sebesar 55 persen.”

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, Angkatan Laut Amerika Serikat mengklaim bahwa 11 kapal Iran berulang kali mendekati kapal militernya dengan cara “pendekatan berbahaya dan melecehkan” di Teluk Persia.

Menanggapi tuduhan AS tersebut, Angkatan Laut IRGC mengeluarkan pernyataan pada hari Minggu dan mengatakan sumber utama kerusakan dan ketidakamanan di wilayah ini justru adalah kehadiran ilegal pasukan teroris AS.

“Untuk mencegah perilaku jahat Amerika, yang tidak profesional dan berbahaya, Angkatan Laut IRGC meningkatkan patroli lautnya di Teluk Persia tempat mereka berhadapan langsung dengan kapal perang Amerika,” tambahnya.

Kapal Iran, umumnya berpatroli di Teluk Persia untuk memastikan keamanan pusat energi global yang vital.

Ketegangan di jalur Teluk Persia meningkat secara signifikan pada musim panas lalu setelah serangkaian ledakan misterius menargetkan sejumlah tanker minyak. Amerika Serikat, bersama dengan negara-negara lain seperti Arab Saudi, dengan cepat menyalahkan dan menuduh Iran atas insiden tersebut tanpa bisa memberikan bukti.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *