Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Buka Topeng Aksi Khianat Negaranya, Petinggi UEA Anggap Palestina ‘Beban Masa Lalu’ dan Israel ‘Janji Masa Depan’

Buka Topeng Aksi Khianat Negaranya, Petinggi UEA Anggap Palestina 'Beban Masa Lalu' dan Israel 'Janji Masa Depan'

POROS PERLAWANAN – Deputi Menlu UEA, Omar Saif Ghobash, dalam wawancara dengan harian Israel, Yedioth Ahronoth, berupaya mencari pembenaran atas normalisasi hubungan Abu Dhabi-Tel Aviv.

Dikutip Fars dari Arab48, Ghobash mengatakan bahwa kemajuan Israel di bidang teknologi telah mendorong UEA untuk menjalin kesepakatan dengannya.

“Kami tidak bisa mengambil risiko dengan kembali ke belakang dan hidup di gurun. Harga minyak terus turun, sementara teknologi baru telah menggantikan pemasukan dari minyak. Kami sekarang menghadapi penurunan devisa. Sebab itu, sangat penting bagi kami untuk mencari fasilitas baru dan memandang masa depan. Yang ada di hadapan kami adalah Israel,” ujarnya.

“Kalian maju dalam sektor teknologi di dunia. Jika memang kami harus menuju Israel untuk menjamin masa depan, maka kami akan melakukannya.”

Menurut Ghobash, UEA tidak ingin terbelakang hanya karena masalah Palestina; masalah yang diklaimnya sebagai “perseteruan internal antara kelompok-kelompok Palestina”.

“Kami tidak ingin terkungkung oleh masalah-masalah internal Palestina. Kami sudah kerap membantu mereka. Namun ketika mereka tidak ingin mengambil langkah ke depan, maka kami menempuh jalan yang kami anggap benar,” tutur Ghobash.

UEA mengkritik perselisihan internal Palestina, padahal Abu Dhabi sendiri sejak lama merekrut Muhammad Dahlan, anggota Fatah yang sudah dipecat, untuk diproyeksikan sebagai pengganti Mahmoud Abbas. Permusuhan UEA dengan Hamas juga merupakan salah satu faktor yang memicu perselisihan di Palestina.

Saat ditanya apakah Netanyahu akan membatalkan rencana aneksasi Tepi Barat atau tidak, Ghobash mengaku tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Namun dia percaya bahwa AS akan mendukung pelaksanaan penuh kesepakatan UEA-Israel.

Ia menegaskan, tujuan utama kesepakatan ini adalah membangun kepercayaan dengan Rezim Zionis. Ghobash menyatakan, negara-negara Arab Teluk pun bisa menjalin kesepakatan serupa.

Dubes UEA untuk AS, Yousef Otaiba, dalam tulisannya menyatakan, hubungan Abu Dhabi-Tel Aviv tengah berkembang dengan cepat. Ia mengklaim bahwa “pemikiran-pemikiran di masa lalu sudah mulai runtuh”.

Tags: