Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Buntut Ketidakbecusan Trump Tangani Corona, Puluhan Juta Warga AS Jadi Pengangguran dan Kehilangan Asuransi Kesehatan Mereka

Buntut Ketidakbecusan Trump Tangani Corona, Puluhan Juta Warga AS Jadi Pengangguran dan Kehilangan Asuransi Kesehatan Mereka

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, pandemi Corona akan mendatangkan kesusahan berlipat bagi warga AS. Sebab, mereka bukan hanya akan kehilangan pekerjaan, tapi juga akan kehilangan asuransi pengobatan jika mereka sakit.

Di AS, mayoritas orang yang menginjak usia kerja sangat mengandalkan pekerjaan mereka demi memperoleh asuransi. Dengan kata lain, mereka baru akan ditanggung pihak asuransi setelah mereka mulai bekerja.

Menurut laporan media Kanada CBC, angka pengangguran di AS terus meningkat. Dalam satu bulan, angka pengangguran mencatat kenaikan bersejarah sebanyak 10 persen.

Berdasarkan estimasi Lembaga Keluarga Kaiser, sekitar 27 juta warga AS akan kehilangan jaminan asuransi pengobatan. Meski sebagian besar dari mereka memenuhi syarat untuk mendapatkan program alternatif, namun sekitar 6 juta dari mereka tidak memiliki kemewahan tersebut.

Laporan dari Kaiser menilai, krisis medis di tengah krisis Corona bisa berpengaruh pada persaingan di Pilpres AS mendatang.

Sebelum krisis Corona muncul, 10 persen warga AS sudah tidak memiliki jaminan asuransi. Rencananya, Mahkamah Agung AS pada musim gugur tahun ini akan membahas permintaan Pemerintahan Donald Trump untuk menghapus program ObamaCare. Program ini memberikan asuransi khusus untuk warga yang memenuhi sejumlah syarat.

Kendati para pejabat AS berjanji bahwa pengobatan Covid-19 akan ditanggung asuransi, namun sebuah jajak pendapat melaporkan, warga AS enggan menjalani pengobatan Covid-19 lantaran takut melihat tingginya biaya pengobatan.

Di sisi lain, seorang pakar kesehatan AS menyatakan, jika Pemerintah AS tidak segera bertindak tegas untuk mencegah kembalinya virus Corona, maka “AS akan menghadapi musim dingin terkelam di sepanjang sejarah modernnya.”

Dilansir New York Times, prediksi ini disinggung Dr. Rick Bright dalam testimoni yang diajukannya ke DPR AS, Kamis 14 Mei kemarin.

Bright dipecat dari posisinya sebagai Direktur Departemen Riset dan Pengembangan Biomedis, April lalu, menyusul lonceng peringatan yang dibunyikannya kepada Kemenkes AS dan Layanan Kemanusiaan.

“Kesempatan kita nyaris berakhir. Jika kita tidak segera mengambil tindakan yang terkoordinasi secara nasional, saya khawatir pandemi ini akan semakin memburuk dan berlangsung lebih lama. Akibatnya, akan timbul penyakit dan korban lebih banyak,” tulis Bright dalam testimoninya.

Tags: