Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Cara Kabur dari Kepungan Krisis ala Netanyahu: Sok Aksi Serang Suriah untuk Alihkan Prioritas Publik Israel

Cara Kabur dari Kepungan Krisis ala Netanyahu: Sok Aksi Serang Suriah untuk Alihkan Prioritas Publik Israel

POROS PERLAWANAN – Seorang pakar masalah Timur Tengah, Hossein Ravivaran, menilai, berulangnya serangan udara dan rudal Israel ke Suriah tidak menunjukkan kekuatan Tel Aviv.

“Serangan-serangan itu dilakukan demi mewujudkan target-target politis di dalam tubuh Rezim Zionis. Dengan kata lain, serangan-serangan itu tidak mengubah satu pun perimbangan militer. Itu lebih menunjukkan dimensi sok aksi belaka. Serangan Israel tak bisa mencegah tekad Pemerintah Suriah untuk menghalangi munculnya front baru,” kata Ravivaran, seperti dilansir Young Jurnalis Club.

Ia mengatakan, saat ini Netanyahu menghadapi banyak krisis, termasuk kasus dakwaan korupsi, ketidakmampuan membentuk aliansi dalam pemerintahan, dan ketidakbecusan menangani pandemi Corona.

Sebab itu, kata Ravivaran, Netanyahu merasa perlu mengalihkan perhatian publik Israel ke luar, agar mereka tidak memerhatikan krisis politik dan ekonomi domestik.

“Rezim Zionis saat ini menghadapi krisis ekonomi yang belum pernah dialaminya sejak rezim ini diciptakan. Krisis ini bisa menyeret struktur politik Israel menuju sebuah bencana serius. Untuk sementara ini, Netanyahu dengan berbagai manuvernya sukses mengubah prioritas-prioritas publik Israel,” lanjut Ravivaran.

Menurut pakar Timur Tengah ini, sesumbar dan pernyataan kesiapan militer Israel adalah upaya untuk menutupi kelemahan Tel Aviv dalam menyelesaikan perang mana pun.

“Dengan ungkapan lebih tepat, kekuatan preventif Hizbullah tidak membiarkan Israel terlibat dalam perang di front Lebanon. Andai Israel punya kemampuan untuk memenangkan perang versus Hizbullah, Tel Aviv pasti tak akan menunda-nundanya walau hanya sekejap,” tutur Ravivaran.

Israel, kata Ravivaran, telah memasuki krisis yang tak bisa dikelola olehnya. Slogan aneksasi Tepi Barat selama pemilu dan pernyataan Netanyahu untuk mencaplok Lembah Yordania pada 1 Juli nanti hanya akan menempatkan Israel dalam posisi sulit.

Kepala Staf Gabungan Tentara Israel, Aviv Kochavi, juga telah memperingatkan dampak potensial dari pelaksanaan aneksasi Tepi Barat pekan depan.

Kochavi telah menginstruksikan pasukannya untuk menyiapkan diri di Tepi Barat dalam beberapa hari ke depan. Tujuannya adalah menghadapi demo dan protes penduduk Palestina.

“Kejadian pasca aneksasi akan mengarah kepada perang baru di Gaza,” kata Kochavi kepada Kanal 13 Israel.

Tags: