Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Serangan Massif Israel ke Suriah, Ungkap Kemarahan Bersama AS-Zionis Saksikan UU Caesar Gagal Tekan Damaskus

Serangan Massif Israel ke Suriah, Ungkap Kemarahan Bersama AS-Zionis Saksikan UU Caesar Gagal Tekan Damaskus

POROS PERLAWANAN – Setelah Menlu Suriah, Walid Muallem menegaskan tekad Damaskus untuk melawan UU Caesar, Rezim Zionis melancarkan serangan udara terbesarnya dalam beberapa bulan terakhir. Serangan ke sejumlah provinsi Suriah itu menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai beberapa orang lain.

Sepekan usai pemberlakuan UU Caesar secara resmi atas Suriah, Muallem dalam sebuah konferensi pers menyatakan negaranya akan bertahan di hadapan sanksi tersebut. Selain menunjukkan kegagalan UU Caesar di hari-hari pertama pemberlakuannya, statemen Menlu Suriah juga mengungkap tekad Damaskus untuk melawannya.

Dalam situasi seperti ini, tampaknya serangan massif Israel malam lalu ke Suriah adalah pernyataan dukungan Tel Aviv terhadap sanksi-sanksi AS. Israel seolah ingin menekankan bahwa sanksi-sanksi ini mesti memberikan hasil, walau harus dibarengi dengan kekerasan.

Apresiasi Muallem terhadap sikap Yordania, yang menyatakan bahwa UU Caesar tak akan memengaruhi hubungan dagang Amman-Damaskus, bisa jadi membuat Israel semakin marah. Beberapa hari lalu, sebuah media Zionis melayangkan ancaman ke Yordania. Media itu mengklaim bahwa Israel bisa menduduki Yordania hanya dalam tempo beberapa jam saja.

Muallem juga menyambut baik hubungan dengan UEA, kendati negara itu mendapat ancaman AS. Ini menunjukkan bahwa UU Caesar ternyata tidak memberikan efek yang diharapkan AS.

Kabarnya, serangan Israel dilancarkan dari pangkalan AS di al-Tanf. Ini juga mengungkap kemarahan bersama AS dan Rezim Zionis atas harapan mereka yang gagal diwujudkan UU Caesar.

Pada pekan lalu, ada upaya rekayasa untuk menggelar “unjuk rasa rakyat” di beberapa provinsi Suriah. Tujuannya adalah mempropagandakan “penentangan” rakyat Suriah kepada Pemerintah Damaskus. Namun, warga Suriah bertindak cerdas dengan mengabaikan unjuk rasa yang direkayasa Israel ini. Serangan udara malam lalu bisa disebut sebagai balas dendam Israel terhadap rakyat Suriah.

Otoritas Suriah menyatakan, tindakan Israel semacam ini adalah upaya untuk memperpanjang krisis dan perang di Suriah. Selain itu, tujuan lain yang lebih difokuskan AS dan Israel dalam situasi saat ini adalah menaikkan level keyakinan mereka terkait dampak UU Caesar.

Dengan melihat poin-poin di atas, ada kemungkinan bahwa serangan-serangan ke Suriah akan bertambah seiring kegagalan AS dan Israel mewujudkan tujuan sanksi mereka. Namun yang pasti, rakyat Suriah lebih memilih membela negara mereka, daripada membiarkan terjadinya krisis baru yang dirancang oleh pihak-pihak asing.

Tags: