Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

China Minta AS Segera Bayar Utang Menumpuk ke PBB Hingga Lebih dari 2 Miliar Dolar

POROS PERLAWANAN – China telah meminta Amerika Serikat untuk membayar utangnya kepada PBB, menekankan bahwa Washington memiliki utang kepada badan internasional tersebut lebih dari US$ 2 miliar.

Seperti dilaporkan Press TV, melalui sebuah pernyataan pada hari Jumat, China meminta semua negara anggota PBB untuk “secara aktif memenuhi kewajiban keuangan mereka kepada PBB”.

“Hingga 14 Mei, total utang yang belum dibayar di bawah anggaran rutin PBB dan anggaran pemeliharaan perdamaian masing-masing mencapai 1,63 miliar dan 2,14 miliar dolar AS”, kata pernyataan tersebut, mengutip laporan dari kantor Sekretaris Jenderal PBB dan pertemuan yang diadakan pada Kamis 14 Mei.

Laporan tersebut menambahkan bahwa Amerika Serikat, adalah debitur terbesar dengan utang senilai US$ 1,165 miliar pada anggaran rutin PBB, ditambah US$ 1,332 miliar pada anggaran perdamaian.

Keteledoran AS dalam membayar utangnya juga disinyalir menjadi alasan Sekjen PBB, Antonio Guterres, mengatakan bahwa akan ada penundaan beberapa misi PBB karena kurangnya dana.

“Mungkin akan ada penundaan yang signifikan menjelang pertengahan tahun, kecuali keberadaan uang tunai di berbagai misi meningkat secara signifikan,” kata Guterres dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada 11 Mei.

Pada hari Kamis, sekitar 50 dari 193 negara anggota, termasuk China, membayar kontribusi mereka sepenuhnya, kata Beijing dalam pernyataannya.

China membayar sekitar 12 persen dari biaya operasional PBB dan sekitar 15 persen dari anggaran pemeliharaan perdamaian.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah mengambil tindakan keras pada pendanaan PBB, dengan memotong kontribusi pada PBB dan organisasi Internasional lainnya, yang berdampak signifikan pada kelangsungan misi.

Pada 14 April lalu, Trump menghentikan pendanaan untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan alasan bahwa WHO terlalu berpihak pada China dan salah langkah dalam menangani pandemi virus.

Kembali pada bulan April 2017, pemerintahan Trump mengumumkan bahwa mereka akan menarik dana untuk Pendanaan Kependudukan PBB (UNFPA), yang membantu jutaan perempuan dan anak perempuan di 155 negara di seluruh dunia.

Tags: