Loading

Ketik untuk mencari

Oseania & Asia

China Sebut Sanksi Washington atas Pejabat Hong Kong ‘Biadab, Tak Proporsional, dan Tak Masuk Akal’

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Pemerintah AS telah menjatuhkan sanksi kepada pemimpin Hong Kong dan sejumlah pejabat penting lainnya atas Undang-Undang Keamanan yang diberlakukan China untuk wilayah semi-otonom itu sejak akhir Juni lalu.

Departemen Keuangan AS mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka membekukan aset Kepala Eksekutif, Carrie Lam yang berbasis di AS dan 10 pejabat senior lainnya di Hong Kong, juga mengkriminalisasi setiap transaksi keuangan dengan individu-individu yang disebutkan di atas.

Menteri Keuangan, Steven Mnuchin mengklaim dalam sebuah pernyataan bahwa Lam dijatuhi sanksi karena dia “bertanggung jawab secara langsung karena melaksanakan kebijakan penindasan kebebasan dan proses demokrasi Beijing”.

Mnuchin melanjutkan dengan mengatakan bahwa, “Amerika Serikat mendukung rakyat Hong Kong dan kami akan menggunakan alat dan otoritas kami untuk menargetkan sesiapa yang merusak otonomi mereka (Hong Kong).”

Sementara itu, Menteri Perdagangan Hong Kong Edward Yau mengatakan pada hari Sabtu bahwa langkah Washington “biadab dan tidak masuk akal”.

Yau memperingatkan kemungkinan konsekuensi, mengatakan tindakan sepihak AS pada akhirnya akan memengaruhi perusahaan dan bisnis Amerika di Hong Kong.

“Sanksi semacam ini -jika menargetkan pejabat atau pemimpin negara lain- biadab, tidak proporsional, dan tidak masuk akal,” katanya, menambahkan, “Jika AS secara sepihak melakukan tindakan tidak beralasan semacam ini, pada akhirnya akan berdampak pada perusahaan AS.”

Kantor penghubung China di Hong Kong juga mengecam keputusan Washington, menyebutnya “biadab dan kasar”.

“Niat buruk politisi AS untuk mendukung orang-orang yang anti-China dan mengacaukan Hong Kong telah terungkap dengan jelas,” kata Kantor Penghubung Beijing di Hong Kong dalam sebuah pernyataan.

Sanksi Washington datang sehari setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk melarang aplikasi media sosial TikTok dan WeChat beroperasi di AS jika tidak dijual oleh perusahaan induk milik China dalam waktu 45 hari.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *