Loading

Ketik untuk mencari

Oseania & Asia

China: Tolak Kompetisi Adil Antarnegara, AS Tak Terima Ada Negara Lain Terbukti Lebih Baik

POROS PERLAWANAN – Dilansir CGTN, Wakil Menteri Luar Negeri China Le Yucheng mengatakan pada hari Rabu bahwa Amerika Serikat tidak mengizinkan negara-negara lain untuk menjadi lebih baik dan lebih kompetitif daripada dirinya sendiri, meskipun mengaku menjadi penganut semangat pasar dan kompetisi yang adil.

Le membuat pernyataan ketika menghadiri dialog tentang hubungan China-AS melalui konferensi video. Acara ini diselenggarakan bersama oleh Institut Hubungan Luar Negeri China dan Lembaga peneliti asal AS, Asia Society.

Le menggarisbawahi kontribusi China kepada dunia dalam proses perkembangannya yang cepat, mencatat bahwa negara itu berkontribusi lebih dari 30 persen dalam pertumbuhan global tahunan dan lebih dari 70 persen untuk pengurangan kemiskinan dunia.

Namun menurut Le, AS tidak hanya menolak untuk mengakui kinerja China yang sangat baik, tetapi juga berupaya melakukan apapun untuk menekan China.

“Washington memantau cendekiawan China, mengusir jurnalis China, menangkap mahasiswa China dan menutup Institut Konfusius di AS,” kata Le.

Le juga memperingatkan kembali bangkitnya paham McCarthyism (praktik membuat tuduhan subversi atau pengkhianatan tanpa memperhatikan bukti) di AS.

Hubungan antara kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia terus memburuk akibat sengketa perdagangan dan pandemi Covid-19. Beberapa politisi Washington menyalahkan Beijing atas penyebaran virus Corona, sementara Beijing mengecam Washington karena pengalihan kesalahan.

Meski demikian, Amerika Serikat tetap kritis mengurusi masalah China di Xinjiang, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan. Padahal Beijing telah berulang kali memperingatkan Washington agar tidak ikut campur dalam urusan internalnya.

Tags: