Loading

Ketik untuk mencari

Oseania & Asia

China: Upaya AS Diskreditkan Pihak Lain Hanya Buang-buang Waktu

Hua Chunying Menlu Tiongkok

POROS PERLAWANAN – Kementerian Luar Negeri China menanggapi upaya-upaya Amerika dalam menjustifikasi kepasifannya dalam menangani Corona dan menebar tuduhan kepada China.

Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri China dalam konferensi pers, Selasa 31 Maret, upaya AS mendiskreditkan pihak lain, cuci tangan dari tanggung jawab dan menyalahkan orang lain tak akan bisa menebus waktu yang terbuang dalam mengatasi penyebaran penyakit.

Hua Chunying menegaskan, negara-negara dunia hanya bisa mengalahkan virus Corona secepatnya dengan memperkuat solidaritas dan kerjasama.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah media memberitakan upaya beberapa politisi Amerika untuk menjustifikasi sikap pasif Pemerintah Washington dalam memerangi Corona. Mereka menuding China sebagai dalang keterlambatan reaksi Pemerintah Amerika.

China dituduh “merahasiakan jumlah pengidap Corona yang sebenarnya dan menyembunyikan tingkat keseriusan wabah tersebut”.

Beberapa politisi Inggris juga mengklaim, China harus bertanggung jawab karena “tidak memberikan informasi dengan benar”.

“Penyebaran virus Corona telah menjadi sebuah cermin, yang memperlihatkan baik dan buruknya karakter manusia. Virus tidak mengenal batas geografis, keyakinan, ras, dan suku. Kami berharap para politisi ini -sebagaimana halnya Partai Komunis dan Pemerintah China- bisa menjadikan keselamatan nyawa rakyat sebagai prioritas. Mereka diharapkan untuk mengesampingkan fanatisme dan kepongahan politis, kemudian memfokuskan perhatian untuk memulai kerjasama internasional dan perlawanan bersama menghadapi Corona,” kata Chunying, seperti dikutip al-Alam dari Radio Internasional China.

“Sejak 3 Januari 2020, China secara resmi dan tepat waktu telah membagikan informasi soal Corona kepada Amerika. Pada 7 Januari, Pusat Pencegahan dan Penanganan Penyakit Amerika (CDC), juga Kedubes Amerika di China, mengeluarkan travel warning ke Wuhan kepada warga Amerika. Pada tanggal 25 Januari, Amerika juga telah menutup konsulatnya di Wuhan. Amerika pada tanggal 2 Februari juga menutup perbatasannya untuk warga China dan warga asing yang pernah mengunjungi China dua pekan sebelumnya,” imbuhnya.

“Upaya China dalam menghadapi Corona menjadi contoh bagi dunia. China juga telah ‘membeli waktu yang berharga’ untuk semua pihak. Namun, apakah sejumlah negara memanfaatkan waktu ini dengan baik? Waktu yang harus dibayar mahal oleh rakyat China? Negara-negara itu sendiri yang tahu jawabannya, juga rakyat mereka.”

“Hari-hari terus berlalu, tapi Amerika masih saja menyalahkan dan memfitnah China. Apakah mereka tidak malu? Mereka berusaha mengarang tuduhan terhadap China, agar mereka bisa lepas dari tanggung jawab. Namun semua tindakan ini tak akan ada gunanya,” pungkas Chunying.

Tags: