Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Konyol dan Menggelikan, Netanyahu Tertipu Video Palsu Soal Korban Corona Iran

Netanyahu Tertipu Video Hoax Corona Iran

POROS PERLAWANAN – Kanal 13 Israel dalam reportasenya membongkar tindakan konyol dan memalukan Benyamin Netanyahu terkait penanganan korban Corona di Iran.

Dilansir oleh Mashregh News, dua menteri dari kabinet Israel membeberkan skandal ini kepada jurnalis Kanal 13, Barak Ravid. Mereka mengatakan, Benyamin Netanyahu dalam sidang kabinet Minggu 29 Maret malam memberitahu bahwa dia memiliki klip video yang bisa membuktikan bahwa Pemerintah Republik Islam Iran menyembunyikan jumlah korban Corona yang sebenarnya. Menurut Netanyahu, dia mendapatkan klip tersebut dari Penasihat Keamanan Nasional Israel, Meir Ben-Shabat.

PM Israel mengatakan kepada para menteri kabinet, bahwa Iran menaruh jenazah korban Corona di kontainer barang dan membuang jenazah-jenazah itu di tempat sampah. Para anggota kabinet pun bersemangat untuk bisa melihat klip tersebut.

Netanyahu lalu meminta Ben-Shabat untuk menunjukkan klip itu pada Rabu 1 April kemarin. Namun setelah diputar, baru diketahui bahwa klip itu hanya berisi adegan palsu. Klip itu bagian dari sebuah serial film produksi tahun 2007 dan sama sekali tak ada kaitannya dengan wabah Corona di Iran.

Klip itu dipublikasikan di dunia maya oleh para penentang Republik Islam Iran demi mendiskreditkan Pemerintah. Klip itu lalu sampai ke tangan Penasihat Keamanan Nasional Rezim Zionis Ben-Shabat, yang tanpa meneliti benar tidaknya klip tersebut, segera menyerahkannya kepada Netanyahu sebagai “bukti berharga untuk menjatuhkan Republik Islam Iran.”

Setelah terungkapnya skandal intelijen memalukan ini, kantor Netanyahu mengumumkan dan berdalih bahwa klip itu hanya diperlihatkan kepada Menteri Pertahanan, Menteri Energi, dan Menteri Lingkungan Hidup Israel.

Sementara itu, wabah Corona juga telah menjangkiti para pejabat Israel, termasuk penasihat Netanyahu, Rivka Paluch.

Jerusalem Post melaporkan, hingga kini 7 legislator Israel mengisolasi diri usai orang-orang yang bertemu mereka dinyatakan positif terpapar Corona.

Berdasarkan statistik terakhir yang diumumkan Kementerian Kesehatan Rezim Zionis hingga akhir pekan lalu, jumlah penderita Corona melewati angka 4.000, menyusul adanya catatan 382 kasus baru.

Sumber-sumber di rumah sakit mengumumkan, hingga kini 15 orang mati akibat Corona, sementara 74 lainnya dalam keadaan kritis.

Tags: