Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Delusi Saudi, Faktor Dominan di Balik Perang Yaman Tak Berkesudahan

Delusi Saudi, Faktor Dominan di Balik Perang Yaman Tak Berkesudahan

POROS PERLAWANAN – Juru Bicara koalisi Saudi, Turki al-Maliki mengklaim keberadaan dua konsultan Iran di Yaman, seperti dilansir al-Alam.

Tiap kali menerima tamparan keras dari tentara dan komite perlawanan rakyat Yaman, Saudi selalu berusaha mengaitkannya dengan keberadaan para konsultan Iran atau dukungan Teheran kepada Yaman; negeri yang tidak mau tunduk di hadapan agresi dan kekuasaan dinasti Saud.

Kali ini pun, sama seperti sebelumnya, setelah para pejuang Yaman menghujani kedalaman wilayah Saudi dengan rudal balistik dan pesawat nirawak, al-Maliki kembali mengulang narasi dan klaim lama soal keberadaan konsultan Iran di Yaman.

Andai al-Maliki memiliki sedikit saja rasa malu dalam dirinya, ia tak akan mau menjadi Juru Bicara koalisi besar (dalam pandangan Saudi) karena terbentuk dari sejumlah negara Arab dan Muslim; koalisi yang dengan “kebesarannya” ini, tidak bisa menjadi lawan bagi sebuah “kelompok milisi” (sebutan versi al-Maliki) sepanjang lima tahun terakhir.

Bukan hanya gagal meraih kemajuan, koalisi ini bahkan harus menanggung kekalahan baru dari hari ke hari.

Yaman sudah diblokade dalam lima tahun terakhir, baik dari darat, laut maupun udara. Bahkan bantuan kemanusiaan sekali pun tak bisa memasuki Yaman tanpa izin pihak koalisi.

Jadi, dari mana asal semua rudal dan nirawak ini? Bagaimana bisa para konsultan Iran bisa memasuki Yaman tanpa diketahui? Kenapa jejak “para konsultan” ini tak ada di Yaman dan hanya ditemukan di media-media Saudi dan UEA?

Dengan semua bencana yang telah diciptakan para penguasa dinasti Saud di Yaman, juga semua kekalahan yang mesti ditanggung Riyadh dalam agresi ini, mereka tetap saja berkelit untuk menghadapi kenyataan.

Mereka berusaha melemparkan tanggung jawab atas kekalahan dan kejahatan mereka di pundak orang lain. Para penguasa Saud ini masih enggan mengakui keteguhan luar biasa bangsa Yaman. Faktor inilah yang membuat perang Yaman terus berlarut-larut.

Sudah seharusnya para penguasa Saudi menyingkirkan delusi ini dan menerima kenyataan. Mereka harus mendengarkan nasihat para pihak yang mengkhawatirkan keamanan dan stabilitas kawasan. Saudi harus menerima usulan PBB untuk berkomitmen kepada Perjanjian Stockholm dan mengumumkan gencatan senjata demi memerangi Corona.

Perang ini harus segera diakhiri, agar dua negara Yaman dan Saudi tidak lagi menjadi saksi kehancuran sumber-sumber alamnya.

Tags: