Loading

Ketik untuk mencari

Oseania & Asia

China Usir Kapal Perang AS yang Langgar Teritori Perairannya

China Usir Kapal Perang AS yang Langgar Teritori Perairannya

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Angkatan Laut China mengusir sebuah kapal perang AS yang melanggar batas wilayah perairan negara tersebut.

Majalah Newsweek melaporkan, Jubir Tentara China, Li Huamin pada hari Kamis 28 Agustus mengumumkan, sebuah kapal perusak AS memasuki perairan yang dikuasai China di dekat kepulauan Xisha (juga disebut kepulauan Paracel). Kapal itu lalu digiring keluar dari kawasan itu oleh Angkatan Laut dan Udara China.

Huamin menegaskan, tindakan semacam ini secara serius mengabaikan hak kedaulatan dan kepentingan keamanan China dan hukum internasional navigasi di Laut China Selatan.

“Kami meminta agar AS segera mengakhiri tindakan provokatif semacam ini, serta mengawasi perilaku Angkatan Laut dan Udaranya demi menghindari segala bentuk insiden,” lanjut Huamin.

Tentara China pada Rabu lalu menembakkan rudal jarak menengah di Laut China Selatan, sebagai bentuk peringatan untuk AS.

Salah satu rudal itu adalah tipe DF-26, yang ditembakkan dari Provinsi Qinghai. Sementara rudal DF-21 ditembakkan dari Provinsi Zejiang di timur China. Kedua-duanya diluncurkan ke arah kawasan tenggara Negeri Tirai Bambu.

China, Vietnam, dan Taiwan berselisih terkait kepemilikan kepulauan Paracel, yang terletak di Laut China Selatan.

Sebelum ini, Pemerintah China berkali-kali memperingatkan kapal-kapal AS yang mondar-mandir di Laut China Selatan. AS berdalih, pelayaran kapal-kapal itu dilakukan dalam koridor “kebebasan navigasi di perairan internasional”.

Tentara China juga tengah melakukan latihan militer di 4 kawasan laut, yang ditengarai sebagai pamer kekuatan di hadapan AS. Para petinggi Angkatan Laut China menyatakan, latihan digelar di 4 kawasan laut, termasuk Laut China Selatan dan Laut Kuning.

Para pakar militer menilai, tindakan China ini menunjukkan kadar kesiapannya menghadapi AS dan Taiwan, jika nanti terjadi konfrontasi.

Analis di Pusat Studi Internasional Rajaratnam, Collin Koh menyatakan bahwa latihan militer di 4 tempat berbeda ini mengandung pesan politik dan militer.

Menurut Koh, pada tahap pertama latihan militer ini adalah jawaban terhadap aktivitas terbaru AS di Kawasan. Di lain sisi, latihan ini menunjukkan kesiapan Tentara China (berkonfrontasi), meski dalam situasi pandemi saat ini.

Tags: