Loading

Ketik untuk mencari

Arab Saudi Asia Barat

Terbongkar, Rencana Geng Saudi Lancarkan Kudeta Militer Gulingkan Pemerintahan Pakistan

Terbongkar, Rencana Geng Saudi Lancarkan Kudeta Militer Gulingkan Pemerintahan Pakistan

POROS PERLAWANAN – Sebuah harian terbitan India, TFIPOST, mengutip dari sumber-sumbernya bahwa negara-negara Arab Teluk pimpinan Saudi berniat menggulingkan Pemerintahan Imran Khan.

Dinukil Fars dari TFIPOST, Pakistan berada di ambang kudeta militer yang dipimpin Kepala Staf Gabungan Tentara Pakistan, Jenderal Qamar Javed. Kudeta ini mendapat dukungan dari Riyadh dan sejumlah negara Arab sekitar Teluk Persia.

Rencananya, usai Imran Khan digulingkan, mantan Kepala Staf Gabungan Jenderal Raheel Sharif akan memimpin Pakistan. Menurut harian India ini, Pemerintah Saudi berupaya meyakinkan Sharif untuk terjun ke kancah politik dan menerima kekuasaan.

Saat ini, ada perselisihan antara Pakistan dan sejumlah negara Arab Teluk terkait beberapa isu, termasuk isu Kashmir. Islamabad tidak senang karena Riyadh mengabaikan permintaannya untuk mengadakan rapat di OKI guna membahas Kashmir.

Sebab itu, Menlu Pakistan Shah Mehmood Qureshi secara terbuka melayangkan ancaman ke Saudi. Ia menyatakan, Pakistan akan menyeberang ke negara-negara Islam lain yang berpandangan serupa soal Kashmir.

Pada 5 Agustus lalu, Qureshi menuntut agar Riyadh menyatakan sikap terkait dikuasainya Kashmir oleh India. Selaku pimpinan OKI, Saudi juga diminta untuk mengadakan rapat. Namun hingga kini permintaan Islamabad tidak digubris Riyadh.

Menlu Pakistan menilai, Saudi enggan mengadakan rapat OKI, sebab ia harus mengundang negara-negara seperti Malaysia, Indonesia, dan Iran; negara-negara yang memiliki sikap serupa dengan Pakistan.

Sikap pedas pejabat-pejabat Pakistan ini membuat petinggi Saudi memperlakukan Komandan Jenderal Tentara dan Direktur Badan Intelijen Pakistan secara tidak hormat, saat keduanya melawat ke Riyadh. Muhammad bin Salman dikabarkan tidak bersedia menemui mereka berdua.

Seorang pakar keamanan Pakistan, Ayesha Shiddiqa mengatakan kepada situs Gandhara bahwa Pakistan akan meninggalkan Saudi dan beralih ke Iran. Kemungkinan besar ini berkaitan dengan proyek segitiga antara Iran, China, dan Pakistan yang disebut dengan BRI (the Belt and Road Initiative).

Tags: