Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Diminta Kerja Sama Atasi Virus Corona, Israel Malah Naikkan Tensi Blokade dan Sita Bantuan Medis Dunia untuk Palestina

POROS PERLAWANAN – Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Saeb Erekat mengatakan Palestina mengajak kerja sama Israel untuk memerangi epidemi Covid-19 namun sebaliknya pihaknya malah menerima serangan, pembunuhan, dan penghancuran.

Dalam pernyataan yang disampaikannya di televisi Palestina pada hari Selasa, Erekat meminta rezim Israel turut bekerja sama dalam perang melawan virus Corona.

“Menanggapi permintaan kami, Israel justru melakukan 187 serangan dalam beberapa hari terakhir, menewaskan 3 warga Palestina, dan melukai 47 lainnya,” terang Erekat.

Ia menambahkan bahwa rezim Zionis juga menghancurkan 53 bangunan infrastruktur dan menangkapi para pemimpin Palestina karena menerapkan beberapa langkah dan upaya medis untuk menghentikan penyebaran virus Corona.

“Bahkan bantuan kepada orang-orang Palestina dari luar negeri, diambil setengahnya atau disita oleh Israel,” lanjutnya, seperti dilansir Press TV.

Dia juga mrngatakan bahwa Israel tidak menanggapi atau mengindahkan tuntutan untuk pembebasan tahanan Palestina sebagaimana dinyatakan dalam konvensi internasional pada saat wabah penyakit.

“Rezim ini hanya berpikir tentang aneksasi bahkan selama pandemi yang dunia sibuk melawannya,” katanya. “Netanyahu melihat pandemi sebagai kesempatan untuk mengimplementasikan keputusan, dan rencana Zionisnya untuk aneksasi.”

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas menghubungi semua pemimpin di seluruh dunia dan menyerukan pembentukan koalisi internasional untuk mencegah Netanyahu mengimplementasikan aneksasi.

Pada saat yang sama, “Netanyahu bekerja keras untuk membatalkan semua perjanjian dan kerangka acuan, dan jika dia mengimplementasikan aneksasi, dia akan menghancurkan semua pilar dan fondasi proses perdamaian,” tambah Erekat.

Seperti dilaporkan laman Wafa, Erekat menekankan bahwa Israel harus bertanggung jawab atas semua tindakannya, “dan inilah mengapa penting menekan Israel untuk mencegah aneksasi dan memerangi virus Corona.”

Senada dengan Erekat, Sekretaris Jenderal poros perlawanan Jihad Islami, Ziyad al-Nakhala mendesak Israel untuk mencabut blokade atas Jalur Gaza di tengah ancaman pandemi virus Corona (Covid-19).

Seperti diketahui, Jalur Gaza berada di bawah blokade Israel sejak 2006 dan sektor kesehatan adalah salah satu sektor yang paling terdampak akibat blokade tersebut.

“Israel harus memilih antara mengakhiri blokade dan membebaskan tahanan Palestina atau menghadapi konsekuensi wabah,” tegas al-Nakhala dalam sebuah pernyataan.

Dia juga menekankan bahwa gerakan itu akan melindungi rakyat Palestina jika mereka menghadapi masalah karena blokade. Menurut al-Nakhala, Palestina harus mengambil sikap yang lebih tegas terhadap blokade Israel.

Berbagai kelompok dan organisasi hak asasi manusia sejauh ini telah menyeru komunitas global untuk menekan Tel Aviv agar mencabut blokade dan memungkinkan bantuan internasional menyediakan pasokan medis yang diperlukan.

Tags: