Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Ditawari 15 Milyar Dolar untuk Lucuti Senjata dan Tinggalkan Perlawanan, Hamas: Jelas Kami Tolak Mentah-mentah

Ditawari 15 Milyar Dolar untuk Lucuti Senjata dan Tinggalkan Perlawanan, Hamas: Jelas Kami Tolak Mentah-mentah

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Ketua Kantor Politik Hamas, Ismail Haniyeh, untuk pertama kalinya mengungkap iming-iming senilai 15 milyar dolar yang diajukan kepada kelompoknya.

“Dua bulan lalu, sejumlah pihak, yang saya tahu adalah utusan negara-negara besar, telah menemui kami. Mereka menawarkan proyek-proyek baru di Jalur Gaza senilai kurang lebih 15 milyar dolar. Proyek-proyek itu meliputi pembangunan bandara, pelabuhan, dan selainnya,” kata Haniyeh dalam wawancara dengan situs Qatar, Lusail.

Menurut Haniyeh, sebagai gantinya, sayap-sayap militer Kelompok Poros Perlawanan mesti dibubarkan dan digabungkan dengan aparat polisi. Senjata-senjata Kelompok Poros Perlawanan, terutama senjata berat dan rudal-rudal yang bisa menjangkau Tel Aviv atau lebih jauh dari itu, juga harus dilucuti. Selain itu, Jalur Gaza harus dikelola secara terpisah. Pendek kata, mereka menghendaki eksistensi Poros Perlawanan diakhiri.

Ia mengatakan, tawaran itu jelas ditolak mentah-mentah. Sebab, mustahil menerima proyek-proyek yang syaratnya adalah melepaskan Palestina, Perlawanan, Quds, dan rakyat Palestina di Tepi Barat.

“Kami menghendaki agar blokade Gaza dihentikan. Kami menuntut adanya pelabuhan dan pelaksanaan proyek di Gaza sebagai sebuah hak, bukan sebagai kompensasi atas prinsip politik atau pelucutan senjata,” tegas Haniyeh.

Haniyeh lalu menyinggung perselisihan antara Hamas dan Fatah. Menurutnya, Hamas selalu ingin mengakhiri perselisihan ini. Saat ini, sejumlah isu penting seperti Kesepakatan Abad Ini dan rencana aneksasi 30 persen Tepi Barat menuntut agar perselisihan ini diakhiri dan persatuan antarkelompok Palestina diperkuat.

Ia juga bicara soal perubahan kebijakan negara-negara Arab Teluk terhadap Hamas dalam dua tiga tahun lalu. Haniyeh menyesalkan adanya serangan media kepada kelompoknya. Terkait penahanan 60 anggota Hamas di Saudi, Haniyeh menyatakan telah mengirim sejumlah pesan kepada Raja Salman, namun belum mendapatkan jawaban.

Saat ditanya apa pengaruh Pilpres AS terhadap isu Palestina, ia menjawab, ”Tidak ada keraguan bahwa strategi Donald Trump adalah mendorong proyek-proyek semacam Kesepakatan Abad Ini. Strategi ini dibangun atas tiga hal: lenyapnya isu Palestina, pembentukan aliansi regional yang meliputi Israel, dan pencegahan terbentuknya negara Palestina dengan kedaulatan penuh berdasarkan perbatasan tahun 1967.”

Tags: