Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Arab Saudi

Gaya Liputan Unjuk Rasa AS Versi Media Saudi Terkesan Jelas Bersihkan Citra Trump dan Sudutkan Demonstran

Gaya Liputan Unjuk Rasa AS Versi Media Saudi Terkesan Jelas Bersihkan Citra Trump dan Sudutkan Demonstran

POROS PERLAWANAN – Gelombang unjuk rasa yang melanda lebih dari 75 kota di AS dalam sepekan terakhir menjadi pusat pemberitaan berbagai media dunia.

Dilansir Fars, dalam pengkajian peristiwa ini, ada sejumlah poin yang bisa memberikan pandangan realistis terkait kebijakan negara dan media yang mengaku sebagai pembela HAM. Mulai dari perlakuan terhadap pengunjuk rasa oleh AS, sebagai negara yang menyulut berbagai perang dan kudeta di seluruh dunia dengan dalih HAM, hingga media-media yang kini terjebak dalam standar ganda. Media-media yang berafililiasi kepada Pemerintah Saudi, yang merupakan sekutu Donald Trump, masuk kategori ini.

Dengan mencermati pemberitaan media-media Saudi, kita bisa melihat sejauh mana upaya mereka untuk membersihkan citra Washington dan menyudutkan pengunjuk rasa. Media-media Saudi ini menyebut pengunjuk rasa sebagai “perusuh, penjarah, dan pencuri.” Mereka meliput berita sedemikian rupa seolah Polisi AS bertindak ramah terhadap pengunjuk rasa.

Kanal al-Hadath dalam kurun waktu 24 jam hingga saat artikel ini ditulis, telah mengunggah 17 cuitan terkait unjuk rasa di AS. Dalam 13 cuitan, al-Hadath berupaya mengesankan pengunjuk rasa sebagai perusuh dan dalang utama situasi AS saat ini.

Dalam salah satu cuitan, al-Hadath menulis, ”Polisi AS tidak berniat untuk meningkatkan ketegangan” untuk mengesankan bahwa pengunjuk rasa adalah pendukung kekerasan.

Kanal al-Arabiya dalam 24 jam lalu telah mengunggah 12 cuitan. Dalam beberapa cuitan, al-Arabiya mengutip sikap Trump soal unjuk rasa. Sementara di cuitan-cuitan lain, kanal ini mendeskripsikan pengunjuk rasa sebagai perusuh yang melakukan pembakaran dan perusakan.

Al-Arabiya juga mengklaim bahwa kebanyakan pengunjuk rasa di Washington berasal dari luar kota.

Harian al-Sharq al-Awsat juga melakukan langkah serupa. Dalam salah satu laporannya, Harian ini menyebut pengunjuk rasa sebagai “penjarah,” tanpa menjelaskan akar utama gelombang unjuk rasa.

Terakhir, Kanal al-Ekhbariya bahkan bertindak lebih ekstrem dibandingkan media-media Saudi lain. Akun resmi al-Ekhbariya di Twitter dalam semua cuitannya hanya fokus pada perusakan dan penjarahan toko-toko, tanpa menyebut sebab-sebab terjadinya protes warga.

Hal ini tidak luput dari perhatian para pengguna Twitter. Sebagian dari mereka pun mengkritik metode peliputan berita al-Ekhbariya.

Setelah memublikasikan puluhan video aksi perusakan, akhirnya al-Ekbariya mengunggah klip yang menunjukkan Joe Biden, rival Trump dalam Pilpres AS, yang tengah berpose dengan sejumlah pengunjuk rasa.

Tags: