Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Haaretz Sebut Assad Juga Raih Kemenangan di Medan Diplomasi

Haaretz Sebut Assad Juga Raih Kemenangan di Medan Diplomasi

POROS PERLAWANAN – Harian cetakan Tel Aviv dengan emosional menanggapi pemulihan hubungan diplomatik Damaskus dengan negara-negara di Kawasan, termasuk Turki.

Haaretz menulis, Presiden Suriah Bashar Assad juga bisa merayakan kemenangannya di medan diplomasi.

“Presiden Turki, Recep Tayip Erdogan adalah pejabat terbaru di antara para petinggi Asia Barat yang membuang permusuhannya dengan Bashar Assad setelah 11 tahun berlalu”, tulis Haaretz, dilansir al-Alam.

Haaretz menyinggung sikap bermusuhan Pemerintah Turki pada 11 tahun silam dan bantuan Ankara untuk kelompok-kelompok bersenjata guna menggulingkan Pemerintahan Assad.

“Tampaknya permusuhan itu juga punya tanggal kedaluwarsa. Pekan lalu, setelah kembali dari Ukraina, Erdogan berkata, ’Dialog diplomatik antarnegara tidak bisa berhenti untuk selamanya. Kami tidak ingin menyingkirkan Bashar Assad’”, tulis Haaretz.

Harian ini juga menyinggung statemen Menlu Turki, Mevlut Chavusoglu yang disampaikan sebelum pernyataan Erdogan. Haaretz menulis bahwa pejabat Turki ini mengungkap pertemuannya dengan Menlu Suriah di sebuah konferensi di Belgrad pada Oktober tahun lalu, yang kontan membuat takjub opini publik.

Menurut Haaretz, pernyataan Menlu Turki soal upaya untuk merekonsiliasi antara oposisi Suriah dan Pemerintah Damaskus adalah pertanda lain akan melelehnya es permusuhan Turki dengan Suriah.

Haaretz juga menyinggung laporan media-media Turki soal kemungkinan pertemuan Erdogan dan Assad di masa mendatang. “Kerja sama antara perangkat-perangkat intelijen Suriah-Turki sudah dimulai. Kedua belah pihak tengah melakukan perundingan rahasia untuk memulihkan hubungan”, imbuhnya.

“Bahrain dan UEA sejak setahun lalu telah memulai hubungan diplomatik mereka dengan Damaskus. Mesir juga tidak menolak kembalinya Suriah ke Liga Arab. Aljazair, yang akan menjadi tuan rumah pertemuan Liga Arab pada November depan, juga tidak menunjukkan penentangan”.

Haaretz menilai bahwa kembalinya Damaskus ke Liga Arab hanya menunggu keputusan Riyadh. “Riyadh sudah memulai hubungannya dengan Turki dan AS. Riyadh juga sedang berunding dengan Iran untuk memulihkan hubungan diplomatik. Dalam kondisi ini, mustahil Saudi akan menentang kembalinya Suriah ke Liga Arab”, pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *