Hamas Minta Tepi Barat Bangkit Aktifkan Perlawanan Bersenjata Seperti Gaza - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Hamas Minta Tepi Barat Bangkit Aktifkan Perlawanan Bersenjata Seperti Gaza

Hamas Minta Tepi Barat Bangkit Aktifkan Perlawanan Bersenjata Seperti Gaza

POROS PERLAWANAN – Salah satu petinggi Hamas, Mahmud al-Zahhar, meminta dari Kelompok Fatah untuk menentukan tujuan utama baginya dan keluar dari Perjanjian Oslo.

Dilansir Fars, al-Zahhar dalam wawancara dengan al-Mayadeen menyatakan, merupakan suatu hal urgen bagi semua orang Palestina, baik di dalam maupun luar perbatasan, untuk berporos pada tujuan pembebasan negeri mereka.

Menurutnya, Hamas siap mengulurkan tangan ke Pemerintah Otonomi Nasional (PNA) dan Fatah untuk bersama-sama mewujudkan sikap seragam, yang didasari prinsip dan mekanisme baru.

Al-Zahhar berpendapat, sebaiknya Tepi Barat juga mempraktikkan cara perlawanan terhadap Zionis seperti yang dilakukan Gaza. Dia secara resmi meminta agar Fatah bangkit melakukan perlawanan bersenjata.

“Kita harus memiliki program nyata di atas meja untuk membebaskan Palestina. Program ini mesti dibangun atas prinsip-prinsip baru, sama seperti yang diterapkan di Gaza hingga berujung pada pembebasan kawasan tersebut,” tandas al-Zahhar.

Komandan Brigade al-Aqsa (salah satu sayap militer Fatah), Abu Saif juga menyambut baik pernyataan Sekjen Komite Pusat Fatah, Jibril al-Rajub.

Al-Rajub menyatakan, Fatah memperlakukan Israel sebagai musuh dan tak akan berpangku tangan di hadapannya.

“Statemen al-Rajub, terutama yang berhubungan dengan pengaktifan perlawanan militer, perlu diimplementasikan. Musuh hanya memahami bahasa kekuatan. Apa yang telah dirampas dengan cara kekerasan, tidak bisa diambil kembali dengan tangkai zaitun (simbol perdamaian),” kata Abu Saif.

Dalam beberapa bulan terakhir, Rezim Zionis berupaya untuk menduduki sejumlah kawasan baru di Palestina. Tel Aviv berniat mencaplok 30 persen dari kawasan Tepi Barat.

Berdasarkan hukum dan resolusi Dewan Keamanan PBB, kawasan yang diduduki Israel setelah tahun 1967 dinyatakan sebagai “kawasan jajahan.” Sebab itu, Israel dilarang membangun permukiman dan menanam investasi di daerah tersebut.

Kawasan yang akan dicaplok Israel di Tepi Barat adalah bagian dari Lembah Yordania. Itu merupakan kawasan subur dan memiliki banyak sumber air. Mayoritas hasil pertanian di Palestina diproduksi di kawasan tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *