Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Yaman

Harga Minyak Amerika Anjlok di Bawah Nol, Dubes AS Termakan Sesumbar Congkaknya Sendiri Ancam Jatuhkan Nilai Mata Uang Yaman

Harga Minyak Amerika Anjlok di Bawah Nol, Dubes AS Termakan Sesumbar Congkaknya Sendiri Ancam Jatuhkan Nilai Mata Uang Yaman

POROS PERLAWANAN – Anggota Dewan Politik Ansharullah, Abdul Malik al-Ajari melalui akun Twitter-nya menceritakan kecongkakan Dubes AS dalam perundingan di Kuwait.

“Dalam perundingan di Kuwait, Dubes AS melontarkan ancaman kepada Delegasi Nasional Yaman. Dia sesumbar, jika kami tidak menerima proposal yang diajukannya, nilai mata uang Yaman akan menjadi lebih kecil dari angka yang tertera di atasnya,” tulis al-Ajari, seperti dilansir al-Alam.

“Muhammad Abdussalam (Ketua Delegasi Yaman) menanggapi sesumbar Dubes AS dengan mengatakan, ’Semua ada di tangan Tuhan,’” lanjutnya.

Al-Ajari di akhir cuitannya lalu menyindir AS, bahwa “saat ini nilai kesepakatan-kesepakatan minyak mendatang AS di bawah nol.”

Petinggi Ansharullah ini ingin menyatakan, AS ternyata tak sanggup mewujudkan sesumbarnya untuk menjatuhkan nilai mata uang Yaman.

Untuk kali pertama dalam sejarah, harga minyak AS dalam transaksi hari Senin 20 April jatuh hingga di bawah nol di tengah banyaknya pasokan minyak dan pandemi Corona. Di akhir hari transaksi, minyak AS dijual hanya dengan harga minus 37,63 dolar.

Terkait hal ini, Senator dari Partai Republik, Kevin Cramer mengecam keras Saudi lantaran memasok minyak ke pasar dunia secara berlebihan.

“Saudi harus berhenti menenggelamkan pasar dunia dengan minyak,” ujar Cramer.

“Jatuhnya harga minyak hari ini adalah ancaman destruktif bagi sektor minyak dan gas AS. Jumlah terbesar kapal-kapal tanker minyak Saudi dalam beberapa tahun terakhir tengah menuju pesisir AS. Dengan melihat perkembangan hari ini, saya meminta agar Presiden (Trump) mencegah muatan minyak itu diturunkan di AS,” lanjutnya.

Dalam surat yang ditujukan kepada Menteri Dagang AS, Ketua Komite Angkatan Bersenjata di Senat AS, James Inhofe memperingatkan bahwa Rusia dan Saudi berupaya untuk menghancurkan produsen minyak dan gas AS.

“Jelas bahwa Rusia dan Saudi terus memasok minyak secara berlebihan ke pasar. Ini adalah ancaman bagi keamanan nasional dan ekonomi kita,” ujar Inhofe.

Tags: