Ansharullah Tolak Tegas Permintaan Absurd AS Hentikan Aksi Perlawanan Saat Koalisi Saudi Tetap Agresi Yaman - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Ansharullah Tolak Tegas Permintaan Absurd AS Hentikan Aksi Perlawanan Saat Koalisi Saudi Tetap Agresi Yaman

POROS PERLAWANAN – Jubir Ansharullah sekaligus Ketua Delegasi Perundingan Yaman, Muhammad Abdusssalam menyatakan proses politik tidak bisa diwujudkan selama agresi Koalisi Saudi masih berlanjut.

Kemenlu AS dalam statemennya mendesak Yaman untuk menghentikan operasi militer dan pergerakan maju Tentara Yaman. Tuntutan ini ditanggapi Abdussalam dengan tegas. Ia menulis, ”Kami-lah yang menghendaki tindakan positif konstruktif, itu pun jika gencatan senjata dan pencabutan blokade bisa diwujudkan seutuhnya”.

Abdussalam lalu menyinggung sejumlah pelanggaran yang dilakukan pihak Saudi terhadap semua kesepakatan gencatan senjata di Yaman. Ia menambahkan, ”Berdasarkan pengalaman-pengalaman terdahulu, tak ada proses politik yang akan berhasil di bawah kondisi agresi dan blokade. Pihak Agresor mesti mengakhiri serangan-serangannya dan mencabut blokade Yaman. Kami siap menyikapi langkah ini secara positif.”

Kemenlu AS pada Selasa kemarin secara resmi menghapus nama Ansharullah dari Daftar Terorisme bikinannya sendiri.

Pemerintahan Donald Trump di hari-hari terakhirnya mencantumkan sejumlah petinggi Ansharullah dalam Daftar Terorisme. Hal ini dilakukan untuk mengabulkan keinginan dua negara pelaku agresi ke Yaman, yaitu Saudi dan UEA.

Washington meminta Ansharullah menghentikan operasi militer dan pergerakan pasukannya di Provinsi Ma’rib (yang berbatasan dengan Saudi). Kemenlu AS juga mendesak Ansharullah kembali ke meja perundingan dan memasuki proses politik di Yaman.

Sebelum ini, Ansharullah telah melakukan 4 perundingan dengan pihak Koalisi Saudi. Terakhir dilakukan 2 tahun lalu, yang membuahkan kesepakatan gencatan senjata di Provinsi Hudaydah.

Meski demikian, Koalisi Saudi-UEA berkali-kali melanggar gencatan senjata itu, juga tidak memenuhi komitmennya untuk membuka kembali bandara Sanaa yang sudah tidak aktif selama bertahun-tahun.

Para petinggi Pemerintah Yaman menegaskan bahwa operasi rudal dan drone yang menargetkan target-target militer Saudi merupakan hak legal mereka. Sanaa menegaskan, operasi-operasi ini baru akan dihentikan jika agresi dan blokade Yaman, yang sudah berlangsung selama 6 tahun, diakhiri.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *