Rusia Bantu Jinakkan Hampir 600 Bom, Sisa dari 9 Tahun Operasi Militer Keji AS di Laos - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Rusia

Rusia Bantu Jinakkan Hampir 600 Bom, Sisa dari 9 Tahun Operasi Militer Keji AS di Laos

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Kemenhan Rusia pada Selasa 16 Februari mengumumkan, para spesialis penjinak bom dan ranjau negara tersebut telah menjinakkan lebih dari 580 peledak milik AS. Bom-bom yang tidak berfungsi itu dijatuhkan AS dalam serangan udara ke Laos pada dekade 60-an silam.

“Satuan Pusat Antiranjau Angkatan Bersenjata Rusia dalam operasi pembersihan ranjau di area bandara Thong Hai Hin di Provinsi Xiangkhouang di Republik Demokratik Laos telah menemukan lebih dari 580 peledak”, demikian dinyatakan dalam statemen Kemenhan Rusia, seperti dilansir kantor berita TASS.

Menurut Kemenhan Rusia, ratusan peledak yang ditemukan Tim Penyapu Ranjau Rusia itu terdiri dari berbagai tipe bom kluster buatan AS, juga beragam jenis peluru meriam perang dengan berbagai kaliber.

Para personel Tim Penyapu Ranjau, kata Kemenhan Rusia, telah diperlengkapi dengan alat-alat perlindungan modern dan perangkat untuk mendeteksi peledak. Para pakar itu juga menggunakan perangkat modern untuk mencari dan menemukan ranjau.

Berdasarkan keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin, Moskow mengirim sebuah tim yang terdiri dari 32 insinyur militer dari Pusat Internasional Antiranjau Angkatan Bersenjata Rusia untuk membantu sterilisasi Laos dari ranjau. Ini merupakan misi ketiga Tim Penyapu Ranjau Rusia di negara Asia Tenggara tersebut.

AS telah melakukan pengeboman terbesarnya saat melancarkan serangan ke Laos. Dalam Perang Vietnam, Laos memilih untuk bersikap netral. Namun Vietkong menggunakan sejumlah titik di Laos sebagai basis mereka. Di akhir dekade 60-an, AS pun menyerang Laos untuk membombardir Vietkong.

Presiden AS saat itu, Lyndon B Johnson menginstruksikan agar Laos juga menjadi target serangan. Atas perintahnya, jet-jet AS tiap 8 menit membombardir Laos. Operasi militer keji ini berlangsung selama 9 tahun sejak 1968.

Media-media Laos memberitakan, saat ini masih ada 80 juta bom kluster yang belum meledak di berbagai kota negara tersebut, yang tiap hari memakan korban dari warga Laos.

Tags:

1 Komentar

  1. Dedy novi Februari 17, 2021

    Kapan bikin podcast live ?

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *