Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Hindari Sanksi AS, Bantuan Pertama Eropa Dikirim ke Iran Lewat Mekanisme Instex

Jerman Kirim Bantuan ke Iran Lewat Instex

POROS PERLAWANAN – Kementerian Luar Negeri Jerman, Selasa 31 Maret kemarin mengumumkan, bahwa negara-negara Eropa telah mengirim peralatan medis ke Iran melalui mekanisme Instex (Instrument in Support of Trade Exchanges) dengan barter komersial atau imbal dagang, yang memungkinkan mereka menghindari sanksi Amerika yang dijatuhkan terhadap Teheran.

Dalam pernyataannya, Kementerian mengatakan, “Prancis, Jerman dan Inggris mengonfirmasi, bahwa mekanisme Instex telah berhasil melakukan transaksi pertama, yang memungkinkan ekspor peralatan medis dari Eropa ke Iran. Peralatan-peralatan itu sudah tiba di Iran, dan mekanisme (Instex) ini akan merambah pada transaksi lain.”

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran juga mengumumkan, bahwa negaranya telah menerima peralatan medis, atau bantuan keuangan dari beberapa negara seperti Jerman, Azerbaijan, China, Uni Emirat Arab, Prancis, Inggris, Jepang, Qatar, Rusia dan Turki.

Pada Januari 2019, Eropa menciptakan mekanisme Instex untuk menghindari sanksi ekonomi AS atas Iran, dengan menghindari penggunaan mata uang Dolar.

Mekanisme ini muncul, karena Uni Eropa tidak setuju dengan keputusan sepihak AS yang menarik diri dari perjanjian nuklir Iran, padahal Iran sudah setuju menghentikan program nuklirnya, dengan imbalan pencabutan sanksi internasional.

Mekanisme Instex dalam bentuk clearing house memungkinkan Iran untuk terus menjual minyaknya dan mengimpor produk-produk lain sebagai imbalannya.

Sekadar catatan, clearing house (lembaga kliring) adalah sebuah lembaga atau bagian dari bursa yang menyelenggarakan penyelesaian transaksi klien. Misalnya, lembaga kliring melaksanakan pendaftaran seluruh transaksi klien. Lembaga kliring juga bertanggung jawab atas pemrosesan pembayaran yang dihasilkan dari kliring.

Selain itu, tidak ada transaksi apapun yang dilakukan menggunakan mekanisme ini sebelumnya.

Saat ini, Iran sedang menghadapi wabah virus Corona baru, yang telah menginfeksi lebih dari 40.000 orang dan mengakibatkan 2.757 warga negara itu meninggal dunia.

Namun demikian, kabar menggembirakan datang Selasa 31 Maret kemarin, ketika Kementerian Kesehatan Iran mengumumkan, negara itu sedang menuju ke arah penurunan angka penyebaran infeksi virus Corona.

Tags: