Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Hizbullah Irak: Latihan Militer “Perburuan Gagak” Bertujuan Antisipasi Skenario Musuh.

156258157274990500

POROS PERLAWANAN – Seorang analis politik Irak, Shabah al-Thai memperingatkan ada kemungkinan Amerika akan menyerang basis-basis milik al-Hashd al-Shaabi.

Dia menyatakan, keluarnya pasukan Amerika dari sejumlah pangkalannya memicu kecurigaan. Menurutnya, ini pertanda dijalankannya sejumlah rencana seiring dengan penyebaran virus Corona.

“Pasukan Amerika memanfaatkan penyebaran virus Corona untuk menjalankan rencana-rencana jahat yang sudah disusunnya. Bisa jadi penyebaran Corona akan mengawali rencana baru untuk menggempur kelompok-kelompok perlawanan dan al-Hashd al-Shaabi,” kata al-Thai kepada al-Maloomah, Jumat 27 Maret seperti dikutip al-Alam.

Pakar Irak ini berpendapat, keluarnya pasukan Amerika dari sejumlah pangkalan di Baghdad, al-Qaim, dan al-Qayarah adalah sesuatu yang mesti disikapi dengan penuh kehati-hatian. Sebab, mungkin saja Amerika merencanakan sebuah operasi kriminal lain.

Hizbullah Irak: Latihan Militer “Perburuan Gagak” Berjalan Sukses

Sementara itu, juru bicara Kataib Hizbullah Irak mengumumkan, latihan militer kelompoknya di kawasan Jarf al-Nasr di provinsi Babil berlangsung sukses.

“Latihan militer ini bertujuan menggagalkan 4 skenario musuh. Skenario pertamanya adalah menghadapi serangan udara,” kata Jafar al-Husaini.

“Latihan militer bersandi ‘Perburuan Gagak’ ini diikuti pasukan Kataib Hizbullah dan brigade pertahanan rakyat. Tujuannya supaya mereka siap bertempur dalam menghadapi segala bentuk ancaman atau serangan dari musuh,” imbuh al-Husaini.

Dia menyatakan, pasukan Kataib Hizbullah dalam kondisi siaga penuh dan siap sedia menghadapi segala kemungkinan.

“Dalam latihan militer ini, kami menggunakan perangkat modern dan amunisi perang untuk menyasar target-target kami,” tandasnya.

“Latihan militer ini memiliki 4 tahap. Salah satunya adalah persiapan untuk menghadapi serangan udara musuh, termasuk pertahanan udara saat mereka menyerang.”

Pesawat-pesawat tempur Amerika pada 29 Desember 2019 lalu membombardir basis Kataib Hizbullah di al-Qaim, provinsi al-Anbar di barat Irak. Washington mengklaim, serangan itu adalah balasan atas serangan roket ke pangkalan K1. Sebanyak 27 orang dikabarkan gugur akibat serangan udara Amerika itu, sementara 50 lainnya mengalami luka-luka.

Dua hari sebelumnya, pangkalan K1 di provinsi Kirkuk diserang dengan roket oleh orang-orang tak dikenal, sehingga menewaskan seorang kontraktor asal Amerika. Kataib Hizbullah secara resmi menyangkal tuduhan Amerika.

Beberapa hari setelahnya, pejabat Irak mengumumkan bahwa ISIS bertanggung jawab atas serangan ke pangkalan K1 tersebut.

Tags: