Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah: Tekad Kuat Bela Kebenaran dan Kaum Tertindas Takkan Pernah Kami Tukar dengan Uang dan Kekuasaan yang Dijanjikan Musuh

Hizbullah: Tekad Kuat Bela Kebenaran dan Kaum Tertindas Takkan Pernah Kami Tukar dengan Uang dan Kekuasaan yang Dijanjikan Musuh

POROS PERLAWANAN – Dalam pidato peringatan malam Asyura, Sekjen Hizbullah Sayyid Hasan Nasrullah mengungkap berbagai tawaran yang diajukan AS kepada Hizbullah sejak tahun 2000.

“Jika ditanya apa kemauan mereka, mereka akan menjawab ‘kami menghendaki keamanan Israel dan sebagai imbalannya, kalian bisa mengambil apa pun yang kalian inginkan.’ Kita ditawari uang, kekuasaan, dan pengembangan militer-politik. Tujuannya adalah agar kita mundur dari norma-norma kita. Namun kita tidak dan tak akan melakukannya,” kata Sayyid Nasrullah.

Ia menjelaskan, sikap netral tidak ada artinya saat terjadi perang antara kebenaran dan kebatilan. Sekjen Hizbullah menegaskan, kewajiban keagamaan, keimanan, dan etika kita adalah membela kebenaran dan melawan kebatilan.

Sayyid Nasrullah lalu menyinggung serangan media atas Hizbullah dan Poros Perlawanan, terutama Republik Islam Iran, yang belum pernah terjadi selama puluhan tahun terakhir.

“Puluhan juta dolar dihabiskan. Sejumlah Kedubes Barat, juga beberapa negara Arab Teluk, memberikan uang ke stasiun-stasiun televisi untuk menyerang Hizbullah,” paparnya, sembari menambahkan bahwa semua media ini dikendalikan dari satu ruang komando.

Ia menyatakan, musuh-musuh Hizbullah mengalami kekalahan di pentas politik, keamanan, dan militer. Hizbullah disebutnya akan terus melanjutkan perlawanan terhadap mereka.

Menurut Sayyid Nasrullah, salah satu sarana untuk melawan musuh adalah menjaga kredibilitas Poros Perlawanan dan mencegah rontoknya semangat perjuangan.

Ia meminta agar orang-orang mengecek kebenaran tiap konten di media. Beliau memprediksi, masalah pemalsuan berita akan menjadi lebih besar di masa mendatang.

“Tujuan dari perang rumor terhadap kita adalah meningkatkan tekanan psikologis atas lingkungan (Poros Perlawanan) dan masyarakat. Tujuan lainnya adalah agar kita berhenti membela kaum tertindas,” tandas Sayyid Nasrullah.

“Kebijakan kita untuk tidak merespons dusta dan mengabaikan klaim-klaim, membantu kita dalam melawan tekanan.”

“Saat jumlah kita masih sedikit, kita tidak dihinggapi keputusasaan. Apalagi sekarang ketika kita sudah kuat dan jumlah kita bertambah banyak,” pungkasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *