Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Ini Alasan di Balik Penerbangan Mencurigakan Sejumlah Pesawat AS di Langit Irak

Ini Alasan di Balik Penerbangan Mencurigakan Sejumlah Pesawat AS di Langit Irak

POROS PERLAWANAN – Seorang analis dan pakar urusan keamanan Irak, Sabah Ukayli mengatakan pergerakan udara AS di sekitar Provinsi-provinsi Diyala, Salahudin, Nineveh, dan al-Anbar tanpa sepengetahuan Ruang Komando Gabungan dan Pemerintah Irak adalah salah satu kartu yang dimainkan Washington untuk menekan Baghdad, agar Tentara AS tidak diusir dari Irak.

“Akhir-akhir ini kita menyaksikan pergerakan dan transportasi udara AS, terutama di sekitar kawasan Diyala, Salahudin, Nineveh, dan al-Anbar. Hal ini dilakukan AS tanpa memberitahu Pemerintah Pusat atau Ruang Komando Gabungan. Ini merupakan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Irak,” papar Ukayli kepada al-Maalomah seperti dilansir Fars.

“Pergerakan ini dilakukan di hadapan mata dan telinga Pemerintah Irak. Ini menunjukkan kemungkinan bahwa ada semacam kompromi antara Pemerintah dan AS, atau pihak AS telah memandang sebelah mata kepada Pemerintah Irak,” lanjutnya.

Sebab itu, kata Ukayli, Parlemen mesti memanggil PM Mustafa al-Kadhimi dan para komandan keamanan untuk menjawab pergerakan mencurigakan AS ini.

“Penerbangan yang dilakukan AS antara Irak dan Suriah bisa kita pandang sebagai pesan Washington kepada kelompok-kelompok politik dan penentang keberadaan Militer AS di Irak, yang merupakan salah satu kartu Pemerintah AS untuk menekan Irak agar jangan diminta keluar.”

“Meski begitu, semua gerak mencurigakan AS ini tidak akan menyebabkan kelompok-kelompok ini mundur dari sikap mereka untuk mengusir tentara asing, termasuk AS, dari Irak dan pangkalan-pangkalan militer di negara ini,” tandas Ukayli.

Akhir-akhir ini, para pengamat mengabarkan mendaratnya helikopter-helikopter AS tipe CH47 dan pesawat-pesawat UH60 di sebuah pulau di barat al-Baluj di Provinsi Salahudin. AS disebut-sebut tengah memindahkan sejumlah petempur ISIS, yang hal ini bisa digunakan untuk menjustifikasi statemen pejabat AS. Mereka mengklaim, jika AS diminta keluar dari Irak, maka ISIS akan kembali ke negara tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *