Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Jadi Pembeo AS Perpanjang Sanksi untuk Damaskus, Uni Eropa Pertegas Dukungan Tanpa Batasnya kepada Kelompok Teroris

Jadi Pembeo AS Perpanjang Sanksi untuk Damaskus, Uni Eropa Pertegas Dukungan Tanpa Batasnya kepada Kelompok Teroris

POROS PERLAWANAN – Kemenlu Suriah mengecam keras langkah Uni Eropa yang memperpanjang sanksi atas Damaskus. Langkah ini dianggap sebagai “ketundukan hina” terhadap kebijakan-kebijakan AS.

Dilansir Fars, kantor berita Suriah, SANA, melaporkan bahwa langkah-langkah Uni Eropa kontra Damaskus bukan hal baru. Uni Eropa memperpanjang sanksi usai AS melakukan hal serupa.

Uni Eropa pada hari Kamis 28 Mei mengumumkan perpanjangan sanksi atas Suriah untuk satu tahun ke depan.

Organisasi ini telah memberlakukan sanksi sejak dimulainya kerusuhan di Suriah tahun 2011. Sanksi-sanksi ini bertujuan untuk menekan Pemerintah Damaskus.

Sejak tahun 2011, Uni Eropa menuding orang-orang dekat Pemerintah Suriah terlibat dalam ketidakamanan negara tersebut. Uni Eropa menyita aset-aset mereka dan melarang mereka bepergian ke negara-negara anggota Uni Eropa.

Uni Eropa juga membekukan aset-aset Bank Sentral Suriah di negara-negara Eropa, serta melarang impor minyak dari Damaskus.

Salah satu butir sanksi adalah larangan terhadap negara-negara dan korporasi dunia untuk mengekspor teknologi dan perangkat “yang bisa digunakan Damaskus untuk menindas oposisi.”

Saat ini, sebanyak 273 individu dan 70 lembaga terkait Pemerintah Suriah yang tercantum dalam “daftar hitam” Uni Eropa.

Menurut sumber SANA di Kemenlu Suriah, langkah ini menunjukkan Uni Eropa tidak memiliki kemandirian dan merupakan pembeo hina Washington.

Tindakan Uni Eropa ini, kata Kemenlu Suriah, juga bukti atas persekutuannya dengan AS dalam memerangi Damaskus, sekaligus penegas bahwa AS dan Uni Eropa memberi dukungan tak terbatas kepada kelompok-kelompok teroris.

Dengan demikian, Damaskus menyebut AS dan Uni Eropa bertanggung jawab atas tumpahnya darah rakyat Suriah.

Menurut Suriah, sanksi-sanksi Eropa atas Damaskus adalah pelanggaran HAM dan hukum internasional paling sederhana, juga merupakan sebuah kejahatan atas kemanusiaan.

“Keputusan Uni Eropa sekaligus menunjukkan kebohongan statemen para petinggi organisasi ini terkait pengurangan sanksi, terutama yang berkaitan dengan penanganan virus Corona. Tindakan ini juga membongkar kemunafikan Uni Eropa, yang merupakan karakteristik utama kebijakan mereka,” tandas Kemenlu Suriah.

Tags: