Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Jika 1 Nyawa Berharga, Mengapa Trump Perlu Lebih dari 20 Ribu Kematian, Baru Mau Akui Amerika dalam Bencana Besar?

POROS PERLAWANAN – John Hopkins University mengumumkan, bahwa dalam 24 jam, 1.920 orang telah meninggal di AS karena wabah virus Corona. Sementara itu, jumlah kematian di Amerika Serikat akibat Covid-19 mencapai 20.000 orang lebih, angka tertinggi di dunia.

Menurut data John Hopkins University, ada 1.773.353 kasus Corona di seluruh dunia. 402.270 orang telah sembuh, sementara 108.702 orang meninggal akibat virus ganas ini.

AS telah mengalami tingkat kematian tertinggi akibat inveksi Corona, dengan hampir dua ribu kasus tiap hari, selama empat hari terakhir.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, Nancy Pelosi memperingatkan, bahwa Negara Bagian dan Pemerintah berada dalam kondisi krisis yang kritis. Menurutnya, mereka memerlukan suntikan dana cepat untuk mencegah lumpuhnya layanan dasar masyarakat.

Situs berita Fox News mengabarkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah AS, Presiden Donald Trump menyatakan status “bencana besar” di 50 Negara Bagian.

Sementara itu, China mencatatkan penurunan angka infeksi. Hanya 99 kasus baru Covid-19 pada 11 April, itupun 97 di antaranya dialami oleh 97 turis dari luar negeri.

Sedangkan di Prancis, jumlah total kematian meningkat sebesar 635, menjadi 13.832. Pasien meninggal di rumah sakit sebanyak 8.493, sementara 4.889 orang lainnya meninggal di panti jompo.

Di belahan lain, Rusia melalui juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menegaskan, “Pandemi Corona di Dunia menunjukkan ketidakmampuan beberapa organisasi internasional dalam menghadapi krisis.”

Ia juga memperingatkan, bahwa dampak pandemi ini akan sangat parah dan jangka panjang.

“Pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini menunjukkan, bahwa efektivitas organisasi dunia tidak meningkat ke level sebagaimana diinginkan. Sekurang-kurangnya, menunjukkan tugas-tugas mereka membutuhkan orang-orang yang lebih handal dan terbaik (di atas mereka),” pungkasnya, kepada channel One, Russia.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *