Loading

Ketik untuk mencari

Berita Nasional

Jokowi Tolak Tegas Keinginan AS Bangun Pangkalan Militer di Indonesia

POROS PERLAWANAN – Dilansir Parstoday, Presiden Joko Widodo telah menyatakan penolakan terhadap permintaan Amerika Serikat untuk menjadikan wilayah Indonesia sebagai pangkalan dari pesawat mata-matanya, P-8 Poseidon.

Seperti dilaporkan Reuters pada Selasa, Pemerintah AS melakukan “pendekatan tingkat tinggi” terhadap Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, sebelum Presiden menyatakan penolakannya.

Permintaan itu diajukan di tengah meningkatnya ketegangan Washington-Beijing.

Adapun pesawat mata-mata P-8 Poseidon yang hendak diterjunkan ke Indonesia dimaksudkan untuk mempermudah pemantauan aktivitas militer China di Laut China Selatan.

Sebelumnya, Menlu Retno Marsudi juga telah menegaskan bahwa Indonesia tidak akan menjadi basis militer China, seperti yang dituduhkan AS sebelumnya.

“Secara tegas saya ingin menekankan, sesuai garis politik luar negeri Indonesia, maka wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan sebagai basis atau pangkalan maupun fasilitas militer bagi negara mana pun,” tegas Menlu Retno dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada hari Jumat.

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan, Sufmi Dasco Ahmad juga ikut menepis isu bahwa China akan membangun pangkalan militer di wilayah Indonesia, seperti yang dirilis dalam laporan tahunan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak akan pernah diizinkan oleh Indonesia karena tidak sesuai dengan asas politik luar negeri “Bebas Aktif” yang dianut Indonesia.

Awal bulan lalu, laporan tahunan Departemen Pertahanan AS berjudul “Military and Security Development Involving the People’s Republic of China 2020” menyebut bahwa Indonesia menjadi salah satu negara lokasi pangkalan militer China.

Pentagon juga menyebut negara lain seperti: Myanmar, Thailand, Singapura, Pakistan, Sri Lanka, Uni Emirat Arab, Kenya, Seychelles, Tanzania, Angola, dan Tajikistan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *