Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Kataib Hizbullah: Agresi dan Pendudukan AS Hanya Bisa ‘Disudahi’ dengan Senjata Kelompok Poros Perlawanan

Kataib Hizbullah: Agresi dan Pendudukan AS Hanya Bisa 'Disudahi' dengan Senjata Kelompok Poros Perlawanan

POROS PERLAWANAN – Jubir Kataib Hizbullah Irak, Jaafar al-Husaini, dalam wawancara dengan al-Mayadeen menjabarkan garis yang ditempuh Kelompok Poros Perlawanan Irak. Dia juga mengecam Pemerintah Irak atas serbuan ke basis al-Hashd al-Shaabi.

Pada Kamis malam pekan lalu, Unit Antiterorisme Irak menggerebek markas Kataib Hizbullah (yang merupakan bagian dari al-Hashd al-Shaabi) dan menahan sejumlah anggotanya.

Pasca protes keras dari berbagai pihak, akhirnya 13 anggota Kataib Hizbullah dibebaskan pada hari Senin 29 Juni lalu setelah ditahan selama 4 hari.

Sembari menyebut semua tindak kriminal yang dilakukan Pasukan AS di Irak, al-Husaini menyatakan, tak seorang pun yang boleh meremehkan keputusan untuk mengusir mereka dari Irak.

Al-Husaini menegaskan, tujuan perlawanan terhadap keberadaan AS di Irak adalah menjaga persatuan negara.

“Kami menentang kehadiran Pasukan AS agar Irak tidak menjadi basis agresi ke negara-negara tetangga. Irak tak akan menjadi pengikut AS, Israel, atau negara-negara Arab Teluk. Irak adalah sebuah negara Arab-Islami,” tandasnya.

Jubir Kataib Hizbullah menilai, Mustafa al-Kadhimi berniat untuk memerangi al-Hashd al-Shaabi demi menyenangkan hati Washington.

“Tindakan PM Irak terhadap al-Hashd al-Shaabi menunjukkan permusuhannya terhadap Kelompok Poros Perlawanan. Pemerintah Irak mengabulkan permintaan AS untuk menyerang al-Hashd al-Shaabi. Padahal, kami menyetujuinya menjadi PM dengan syarat pengusiran Pasukan AS dari Irak,” paparnya.

Al-Kadhimi, kata al-Husaini, bukan hanya menunda pengusiran Pasukan AS, tapi malah memerangi al-Hashd al-Shaabi.

Ia menyatakan, Unit Antiterorisme Irak mengaku bahwa mereka tidak tahu tempat yang digerebek adalah basis al-Hashd al-Shaabi. “Al-Kadhimi secara langsung bertanggung jawab atas serbuan ke basis al-Hashd al-Shaabi,” kata al-Husaini.

Dia juga menyinggung penerbangan pesawat-pesawat AS dan Israel di angkasa Irak tiap hari, tanpa memberitahukannya kepada Pemerintah Irak.

“AS telah menjadikan angkasa Irak sebagai zona kekuasaannya, sebagaimana mereka berusaha untuk menguasai tanah Irak dan mengendalikan kebijakan politik negara ini,” kata al-Husaini.

Ia menegaskan, pelanggaran zona udara oleh AS dan Israel ini hanya bisa dihentikan dengan senjata-senjata Kelompok Poros Perlawanan.

“Senjata kami bukan hanya senapan saja, tapi juga prinsip perlawanan terhadap segala penjajahan.”

“Jika pemerintah suatu negara tidak bisa atau lalai dalam menghadapi agresor, maka bangsa negara tersebut berhak membela Tanah Air mereka,” pungkas al-Husaini.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *