Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Pejabat Pemerintah Obama: Aliansi Besar Anti-Iran Akhirnya Bubar Akibat ‘Perlawanan Maksimum’ Teheran

Pejabat Pemerintah Obama: Aliansi Besar Anti-Iran Akhirnya Bubar Akibat 'Perlawanan Maksimum' Teheran

POROS PERLAWANAN – Salah satu pejabat di Kabinet Barack Obama yang terlibat dalam terbentuknya JCPOA, Puneet Talvar menyatakan bahwa aliansi anti-Iran yang dibuat dalam kesepakatan tersebut sudah tercerai berai.

Dilansir Fars, Talvar di masa Pemerintahan Obama menjabat sebagai Staf Menlu AS dalam urusan politik-militer. Saat ini, dia merupakan anggota senior di Asia Society Policy Institute. Talvar adalah salah satu peserta dalam perundingan di Oman yang membidani kelahiran JCPOA.

Dalam artikel yang ditulisnya di situs Foreign Affairs, Talvar menyebut keluarnya Pemerintahan Donald Trump dari JCPOA sebagai “kesalahan fundamental.” Dia berpendapat, kebijakan Tekanan Maksimum gagal membawa Iran ke meja perundingan.

“Saat Trump keluar dari JCPOA dan menerapkan kebijakan Tekanan Maksimum, dia telah melakukan kesalahan perhitungan fundamental. Trump yakin bahwa sanksi atas ekspor minyak Iran akan menyeretnya ke meja perundingan. Menurut Trump, Iran dalam perundingan itu akan mengalah terkait program-program nuklirnya dan mengakhiri kebijakan agresifnya di Kawasan,” tulis Talvar.

“Namun strategi ini justru mendatangkan hasil yang sebaliknya. Alih-alih menyerah, Iran membalas dengan kebijakan yang disebutnya ‘Perlawanan Maksimum,’” lanjutnya.

Talvar lalu mengungkap keprihatinannya karena aliansi anti-Iran yang dibentuk di masa Obama telah tercerai berai.

“Ketegangan antara dua pihak terus bertambah, dan Pemerintahan Trump melihat pihaknya kini sendirian. Pemerintahan sebelumnya (Obama) membentuk aliansi besar-besaran untuk menekan Iran, tapi aliansi itu kini sudah bubar. Saat ini, bahkan sekutu terdekat AS di Eropa pun secara rutin menentang kebijakan-kebijakan Washington,” tandasnya.

Saat menarik AS keluar dari JCPOA, Trump berkoar bisa memaksa Iran untuk berunding kembali dan membuat “kesepakatan yang lebih baik.”

Dua tahun setelah itu, Trump tidak sanggup mewujudkan sesumbarnya. Oleh karena itu, dia menjadi sasaran kritik dari banyak pihak, terutama menjelang Pilpres AS pada November mendatang.

Para pengkritik Trump menilai dirinya tidak memiliki strategi untuk menghadapi Iran, meningkatkan ketegangan yang tidak perlu dengan Teheran, dan memisahkan AS dari para sekutunya.

Tags: