Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Kataib Hizbullah: Kelompok-kelompok Muqawamah Siap Hadapi Serangan Amerika

Khataib Hizbullah Irak

POROS PERLAWANAN – Juru bicara Kataib Hizbullah Irak menilai, pergerakan tentara Amerika dan keluarnya mereka dari sejumlah pangkalan di Irak bukan sebuah kebetulan, juga bukan dalam rangka memindahkan pasukan mereka.

Kantor berita Fars melaporkan, Muhammad Muhyi menyatakan bahwa Amerika mengincar tujuan-tujuan tertentu di balik semua tindakan ini.

“Amerika tahu bahwa kelompok-kelompok Muqawamah (Perlawanan), khususnya Kataib Hizbullah, adalah penghalang utama niatnya untuk menjalankan rencana-rencana Washington di Irak. Sebab itu, Amerika berupaya melemahkan kelompok-kelompok Muqawamah. Namun Poros Muqawamah, terutama Kataib Hizbullah, memiliki kemampuan dan kapasitas tinggi untuk menghadapi pasukan Amerika,” kata Muhyi kepada al-Maalomah.

“Jika Amerika masih ingin bercokol di Irak dan menyasar pasukan kami, kami siap sepenuhnya untuk melawan mereka,” lanjut Muhyi.

Juru bicara Kataib Hizbullah menegaskan, kelompoknya mengetahui rencana-rencana Amerika, baik di dalam maupun di luar Irak, untuk menjadikan kelompok Muqawamah sebagai sasaran.

“Pemerintah Amerika berupaya untuk kabur dari krisis besar Corona yang menghimpit negara itu. Donald Trump sadar dia akan kehilangan peluang menjadi presiden untuk kedua kalinya,” tandas Muhyi.

Pekan lalu, Kataib Hizbullah mengabarkan rencana Amerika untuk melancarkan operasi komando ke basis-basis militer di Irak. Kelompok yang merupakan bagian dari al-Hashd al-Shaabi ini memperingatkan, tindakan Amerika membahayakan pilar-pilar negara dan kedamaian sipil Irak.

Di pihak lain, PM Irak Adel Abdulmahdi pada hari Senin kemarin menyatakan, ”Tentara kami menghimpun informasi yang mengabarkan sejumlah penerbangan tanpa izin di sekitar kawasan-kawasan militer. Pemerintah Irak terus memantau hal ini dengan rasa khawatir.”

Pernyataan Abdulmahdi ini dirilis usai sebuah sumber keamanan Irak di hari sebelumnya mengumumkan, beberapa pesawat yang memuat tentara dan konsultan Amerika mendarat di pangkalan Ayn al-Asad di barat provinsi al-Anbar. Pesawat-pesawat itu tiba di bawah pengamanan yang sangat ketat.

Pada 3 Januari lalu, Amerika melancarkan serangan udara di dekat bandara Baghdad. Teror itu menewaskan Abu Mahdi al-Muhandis (petinggi Kataib Hizbullah) dan Qassem Soleimani (komandan pasukan Qods IRGC).

Aksi teror itu direspons oleh parlemen Irak yang mengesahkan UU untuk mengusir militer AS dari Irak secepatnya. Rakyat Irak juga melakukan demo besar-besaran dan menuntut pasukan asing angkat kaki dari negara mereka.

Tags: