Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Keberadaan al-Hashd al-Shaabi di Sinjar dan Nineveh Garansi Kegagalan Intervensi AS dan Turki

Keberadaan al-Hashd al-Shaabi di Sinjar dan Nineveh Garansi Kegagalan Intervensi AS dan Turki

POROS PERLAWANAN – Anggota Aliansi Fath di Parlemen Irak, Muhammad Shabaki menekankan pentingnya mempertahankan keberadaan al-Hashd al-Shaabi di gurun Nineveh dan Sinjar.

Dilansir Fars, Shabaki mengatakan kepada al-Maalomah bahwa keberadaan organisasi rakyat tersebut di Nineveh dan Sinjar akan membendung segala bentuk intervensi asing, termasuk intervensi Turki.

Ia menyatakan, pergerakan AS di sekitar perbatasan Suriah dan Irak dilakukan berbarengan dengan pergerakan Turki di Sinjar.

Legislator Irak ini menilai, al-Hashd al-Shaabi adalah kelompok yang memainkan peran penting dalam meredam konspirasi separatisme, juga membantu Tentara Irak dan Pasukan Penjaga Perbatasan untuk mengontrol perbatasan di kawasan-kawasan tersebut.

Beberapa bulan lalu, PM Irak Mustafa al-Kadhimi telah menjalin kesepakatan dengan Pemerintahan Kurdistan soal cara pengaturan kota Sinjar. Berdasarkan kesepakatan tersebut, ditetapkan bahwa Pasukan Kurdi, Peshmarga bersama-sama dengan aparat kepolisian bertanggung jawab untuk menjaga keamanan di kota tersebut.

Baghdad menyatakan bahwa kesepakatan ini bertujuan untuk menghadapi kelompok-kelompok teroris, seperti PKK, di kawasan tersebut. Meski demikian, kelompok-kelompok Irak menentang kesepakatan tersebut. Mereka menilai, tujuan perjanjian itu adalah mengusir pasukan al-Hashd al-Shaabi dari kawasan itu.

Dalam operasi penumpasan ISIS dalam beberapa tahun lalu, al-Hashd al-Shaabi dengan bantuan Tentara Irak merebut kembali kawasan ini dari tangan para teroris.

Dalam tiga tahun terakhir, al-Hashd al-Shaabi melakukan operasi rutin untuk mengawasi perbatasan dan mencegah penyusupan teroris dari Suriah ke Irak.

Legislator dan anggota Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak, Mahdi Amirli pernah merespons pedas upaya pengusiran al-Hashd al-Shaabi. Ia mengatakan, ”Tidak masuk akal bahwa al-Hashd al-Shaabi, yang berperan dalam pembebasan Sinjar, harus diusir keluar dan digantikan oleh pasukan (Peshmarga) yang kabur saat ISIS mendatangi kota ini.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *