Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Keji! Militer Zionis Israel Pukuli dan Paksa Menteri Palestina Kenakan Masker Berlumur Darah

Kekejian Rezim Zionie Israel

POROS PERLAWANAN – Di tengah kondisi krisis dunia akibat pandemi Corona, serangan dan kekejaman Rezim Zionis terhadap warga Palestina masih saja terus berlanjut.

Menteri Urusan Quds, Fadi al-Hamdi yang dibebaskan pada hari Jumat 3 April oleh Israel setelah ditahan beberapa jam di penjara al-Maskubiyeh, mengaku bahwa tentara Rezim Zionis memukulinya dan memaksa dirinya menggunakan masker berlumur darah.

Tentara Israel pada hari Jumat kemarin menyerbu rumah menteri di Kabinet Otoritas Nasional Palestina (PNA) tersebut. Dia ditahan hanya karena memberi bantuan kepada warga Palestina dalam menghadapi wabah Corona.

Staf al-Hamdi mengatakan, sejumlah petugas polisi, intelijen, dan pasukan khusus Israel mengepung rumah al-Hamdi di al-Sawanah, Quds Timur, dan menangkapnya.

“Pasukan Zionis menjebol gerbang luar rumah dan menyerbu masuk ke dalam rumah sambil membawa anjing,” kata staf yang enggan identitasnya dipublikasikan itu.

“Mereka meringkus Menteri Urusan Quds, tanpa memberitahukan alasan penangkapannya,” ungkapnya kepada situs al-Ayn.

Dalam rentang kurang dari satu tahun, ini adalah kali keempat al-Hamdi ditangkap oleh Rezim Zionis. Dia disalahkan atas bantuan yang diberikan Otoritas Nasional Palestina kepada warga di kota Quds.

Para pejabat Israel dinilai mengabaikan warga Palestina di tengah penyebaran pandemi Corona di kota Quds. Hal ini mendorong Otoritas Nasional Palestina menyalurkan bantuan agar warga bisa mencegah penyebaran virus.

Di sisi lain, Presiden Otoritas Nasional Palestina, Mahmoud Abbas mengumumkan perpanjangan masa keadaan darurat untuk 30 hari ke depan. Langkah ini diambil sebagai bentuk penanganan wabah Covid-19.

Otoritas Nasional Palestina pada 6 Maret lalu mengumumkan keadaan darurat pertama di seluruh wilayah Palestina. Rencananya, keadaan darurat itu berakhir pada penghujung bulan tersebut.

Sementara Perdana Menteri Otoritas Nasional Palestina, Mohammed Shtayyeh pada hari Kamis lalu mengumumkan, jam keluar warga di seluruh provinsi dibatasi dari pukul 10 pagi hingga 5 sore. Semua toko harus ditutup setelah pukul 5 sore, kecuali apotek-apotek.

Hingga hari Kamis lalu, jumlah warga Palestina yang terpapar Corona di Gaza dan Tepi Barat mencapai 161 orang.

Tags: