Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Klaim AS Terbukti Bohong, Pemimpin Serangan ke Venezuela untuk Gulingkan Nicolas Maduro Ternyata Pengawal Pribadi Trump

Klaim AS Terbukti Bohong, Pemimpin Serangan ke Venezuela untuk Gulingkan Nicolas Maduro Ternyata Pengawal Pribadi Trump

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, telah terbukti bahwa Jordan Goudreau, komandan serangan ke Venezuela baru-baru ini adalah bagian dari tim pengawal pribadi Donald Trump.

Sebelum ini, para pejabat AS, termasuk Trump, mengklaim AS tidak terlibat dalam kudeta yang berakhir dengan kegagalan di Venezuela.

Menteri Dalam Negeri Venezuela, Nestor Reverol pada hari Minggu 3 Mei mengabarkan, tentara negara tersebut sukses menggagalkan aksi teroris yang mencoba menyusup melalui pesisir Venezuela.

Sehari setelahnya, Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengumumkan penangkapan dua warga AS dalam serangan teror hari Minggu itu.

Harian Inggris, Daily Mail, mengabarkan bahwa Goudreau (43 tahun) adalah mantan anggota Pasukan Elite Tentara AS. Daily Mail memublikasikan foto yang memperlihatkan Goudreau bertugas sebagai bodyguard dalam salah satu seremoni yang diadakan Trump tahun 2018.

Dari sisi lain, situs korporasi sekuriti pribadi Goudreau bernama “Silvercorp” juga mengklaim, Goudreau bertanggung jawab dalam mengatur dan mengarahkan tim pengawal Trump dan Menteri Pertahanan AS, Mark Esper.

 

Klaim AS Terbukti Bohong, Pemimpin Serangan ke Venezuela untuk Gulingkan Nicolas Maduro Ternyata Pengawal Pribadi Trump

 

Goudreau pada hari Minggu lalu mengaku bahwa dirinya adalah pemimpin “Operasi Gideon” untuk menggulingkan pemerintahan Maduro.

Menurut Daily Mail, sebelum merancang rencana kudeta atas Maduro, Goudreau bertemu dengan Keith Schiller, salah satu pengawal pribadi senior Trump. Dia menemani Schiller dalam pertemuan di Miami yang dihadiri Lester Toledo, mantan Koordinator Distribusi Bantuan Kemanusiaan untuk Pemerintahan Juan Guaido, yang mengklaim dirinya sebagai presiden Venezuela.

Setelah bertemu dengan Toledo, Schiller menghentikan semua hubungannya dengan Goudreau.

Di Miami, Goudreau juga bertemu dengan Roen Kraft, yang merupakan anggota keluarga Kraft pemilik pabrik keju ternama di dunia. Setelah pertemuan itu, Kraft dikabarkan mulai menggalang dana untuk membiayai “kudeta rahasia” atas Pemerintahan Maduro.

Jaksa Agung Venezuela Tarek William Saab menyatakan, pihaknya telah menangkap 114 orang yang diduga terlibat dalam kudeta hari Minggu lalu. Saab juga mengabarkan upaya pengejaran 92 orang lainnya.

Maduro dalam pidatonya menyebut orang-orang yang ditangkap itu sebagai “teroris bayaran.” Dia menuding Pemerintahan Trump, Guaido, dan Kolombia sebagai dalang serangan teror tersebut.

Sejauh ini, Kementerian Luar Negeri AS belum menanggapi penangkapan sejumlah warganya di Venezuela tersebut.

Tags: