Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Langgar Putusan Pengadilan dan Abaikan Tragedi Kemanusiaan, Inggris Terus Pasok Senjata ke Saudi untuk Bombardir Yaman

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Pemerintah Inggris tampaknya telah menutup mata terhadap putusan pengadilan yang membatasi penjualan senjata ke Arab Saudi untuk digunakan memerangi Yaman.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh harian Inggris Guardian pada hari Minggu, pengadilan banding menyatakan tahun lalu bahwa penjualan senjata Inggris ke Kerajaan Saudi “melanggar hukum,” dan menuduh para menteri terkait mengabaikan fakta bahwa serangan udara yang menewaskan warga sipil di Yaman melanggar hukum kemanusiaan.

Pada saat itu, pengadilan melarang Pemerintah Inggris untuk menyetujui lisensi baru apa pun ke Arab Saudi dan kemudian memerintahkan Menteri Luar Negeri untuk Perdagangan Internasional, Liam Fox, mengadakan peninjauan kembali semua kesepakatan penjualan senjata ke Arab Saudi yang bernilai sekurang-kurangnya 4,7 miliar Poundsterling.

Otoritas perdagangan internasional Inggris mengatakan pada saat itu bahwa proses peninjauan kembali akan memakan waktu “hingga beberapa bulan.”

Namun demikian, ekspor senjata ke Arab Saudi terus dilakukan tanpa menilai risiko yang ditimbulkan terhadap warga sipil Yaman.

Setahun setelah putusan, komponen jet tempur serta layanan pemeliharaan pesawat kembali ditawarkan Inggris kepada rezim Riyadh.

Perusahaan pertahanan, keamanan, dan kedirgantaraan multinasional Inggris, BAE Systems, yang dikenal sebagai pengekspor senjata terbesar Inggris ke Arab Saudi, terkonfirmasi melalui laporannya pada 2019 bahwa Inggris terus memberikan layanan servis untuk pesawat tempur Eurofighter Typhoon yang dibeli Saudi melalui sebuah kontrak pada 2018.

Baru-baru ini, tokoh oposisi Inggris Emily Anne Thornberry, bersama dengan anggota partai oposisi lainnya, menulis surat kepada Menteri Perdagangan Internasional, Liz Truss sebagai protes atas lisensi senjata yang terus beroperasi.

“Kami dibiarkan berasumsi bahwa -meskipun diperintahkan untuk meninjau lisensi ini oleh pengadilan, dan memiliki waktu 12 bulan untuk melakukannya- Departemen Anda memilih untuk tidak mematuhinya”, tulis Emily.

Andrew Smith, dari gerakan Kampanye Melawan Perdagangan Senjata, mengatakan, “Pemerintah Inggris secara konsisten menempatkan kepentingan perusahaan senjata di atas hak dan kehidupan orang-orang di Yaman. Pemerintah telah membuktikan bahwa mereka tidak dapat dipercaya untuk menerapkan aturannya sendiri.”

Inggris dilaporkan telah melisensikan penjualan senjata senilai lebih dari 5,3 miliar Poundsterling ke Arab Saudi sejak Riyadh dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan perang terhadap Yaman pada Maret 2015.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *