Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Laporan Intelijen AS: Ekstremis Rasis Kulit Putih Makin Pede Serang Minoritas Saat Pihak Keamanan Kewalahan Perangi Corona

امتحان العنصرية البيضاء والسقوط المدوي لترامب

POROS PERLAWANAN – Sebuah laporan intelijen AS mengungkapkan kekhawatiran akan meningkatnya kegiatan kelompok rasis dan ekstremis, selama konsentrasi pihak keamanan memerangi wabah virus Corona. Pada saat yang sama, Kongres sedang menghadapi tekanan konstitusional, mengingat sebagian besar anggotanya menuntut perlakuan “kelompok internal” ini disamakan dengan teroris asing, sementara produk undang-undang belum ada yang mengaturnya.

Laporan resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Kehakiman dan Keamanan bersama Kementerian Dalam Negeri, juga partisipasi Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional AS, menerangkan bahwa kelompok-kelompok rasis dapat mengambil keuntungan dari atmosfer ini, dengan melancarkan serangan terhadap orang Asia dan Yahudi di Amerika, karena mempedomani literatur internal mereka yang menyebutkan, virus Corona disebar oleh “konspirasi China-Yahudi”.

Laporan itu menekankan, bahwa kelompok-kelompok rasis ini akan memobilisasi kekuatan, sebab mereka meyakini ketidakmampuan polisi dan petugas keamanan untuk mencegah mereka melakukan serangan terhadap minoritas, atau membendung aksi-aksi protes mereka.

Sebab, masih menurut laporan itu, kepentingan kelompok-kelompok rasis ini sangat terkait dengan tujuan-tujuan yang dijabarkan dalam program mereka, yaitu “keunggulan ras kulit putih”. Mereka akan memanfaatkan momentum pandemi Corona untuk meningkatkan narasi kebencian, mendorong serangan dan kejahatan atas minoritas, khususnya kepada orang Yahudi dan warga Amerika keturunan Asia. Tak terkecuali, warga Amerika keturunan Afrika dan para imigran.

Laporan intelijen, yang ditulis setelah melakukan pemantauan cukup lama terhadap aktivitas kelompok-kelompok ekstremis itu menyebutkan, “Dalam dua atau tiga bulan ke depan, kita akan melihat meningkatnya kejahatan kebencian terhadap orang-orang Amerika keturunan Asia.”

Rasisme di Amerika Serikat sudah mewabah sejak era kolonial. Hak-hak hukum dan sosial hanya diberikan kepada orang kulit putih Amerika (Eropa Amerika, terutama Protestan Anglo-Saxon kulit putih), tapi ditolak kepada suku Amerika asli, Afrika-Amerika, Asia-Amerika dan suku hispanik, atau Latino Amerika.

Ketika Donald Trump memenangi Pilpres pada 2016, supremasi kulit putih semakin tak terkendali, sebagai dampak retorika Presiden AS ke-45 itu, yang sejak awal kampanye sudah dinilai rasis dan diskriminatif.

*sumber: almayadeen

Tags: