Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Lemahkan Arab Lewat Berbagai Cara, Prancis Bersikeras Giring Lebanon Berdamai dengan Israel

Lemahkan Arab Lewat Berbagai Cara, Prancis Bersikeras Giring Lebanon Berdamai dengan Israel

POROS PERLAWANAN – Mantan Presiden Lebanon, Emile Lahoud menegaskan penolakannya terhadap dikte-dikte asing atas negaranya.

“Terkait dengan Lebanon, Israel-lah yang mendikte AS, bukan sebaliknya. Yang paling penting bagi Israel adalah menjaga Arab tetap lemah,” kata Lahoud kepada al-Mayadeen, seperti dilansir Fars.

“Prancis menghendaki perdamaian antara Lebanon dan Israel. Sama seperti yang telah dilakukan UEA, dan akan dilakukan Saudi,” imbuhnya.

Sembari menentang segala bentuk dikte asing atas Beirut, Lahoud menegaskan bahwa bangsa Lebanon tak akan menerima (perdamaian dengan Israel) ini, meski harus membayarnya dengan nyawa.

Mengutip dari Le Figaro, Lahoud menyatakan bahwa Prancis mengancam para politisi Lebanon dengan uang yang diselundupkan mereka sebelum 17 Oktober (hari dimulainya kerusuhan di Lebanon), agar mereka segera menyepakati soal Perdana Menteri.

Menanggapi tuntutan Prancis dan Emmanuel Macron dari Lebanon, Lahoud berpesan kepada para politisi negaranya, bahwa “kemuliaan kalian jauh lebih penting dari nyawa kalian”.

Macron sempat berkunjung ke Lebanon pada 6 Agustus, atau dua hari pasca ledakan hebat di pelabuhan Beirut. Pekan ini ia kembali melawat ke negara bekas koloni Prancis tersebut.

Saat mengunjungi pelabuhan Beirut hari Selasa kemarin, Macron meminta langkah-langkah segera untuk menangani korupsi, memperbaiki birokrasi, dan sistem perbankan Lebanon.

Menurutnya, Prancis dan Lebanon adalah saudara. Sebab itu, kata Macron, Prancis “berkewajiban untuk membantu kawula muda Lebanon mewujudkan harapan mereka”.

Terkait Hizbullah, ia berkata, ”Hizbullah adalah wakil dari sebagian rakyat di Lebanon yang telah dipilih mereka. Ada persekutuan antara Hizbullah dan partai-partai lain.”

Harian Le Figaro mengklaim, ada korespondensi antara Hizbullah dan Macron pada pekan-pekan lalu. Harian Prancis ini mengklaim, Macron memberitahu Hizbullah bahwa “ia tidak bermasalah dengan senjata-senjata Hizbullah”.

Tags:

Fatal error: Allowed memory size of 134217728 bytes exhausted (tried to allocate 28672 bytes) in /www/wwwroot/porosperlawanan.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 2135