Longgarkan Karantina Tanpa Perhitungan Matang Antarkan AS pada ‘Hari Paling Mematikan’ dengan Ribuan Kematian dalam Sehari - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Longgarkan Karantina Tanpa Perhitungan Matang Antarkan AS pada ‘Hari Paling Mematikan’ dengan Ribuan Kematian dalam Sehari

POROS PERLAWANAN – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa Jumat, 1 Mei, menjadi hari paling mematikan di Amerika Serikat. Pada hari itu, tercatat ada 68 ribu kasus positif baru dan 2.909 kematian akibat virus Corona. Malapetaka ini disinyalir terjadi akibat kebijakan pelonggaran karantina yang dikeluarkan oleh pemerintah negara bagian di AS.

Tempo melaporkan bahwa angka kematian tertinggi yang tercatat pada hari Jumat dibarengi dengan ribuan orang berbondong-bondong pergi ke taman dan pantai setelah kebijakan penguncian wilayah dilonggarkan.

Hingga saat ini, tercatat lebih dari 30 negara bagian di AS telah memutuskan untuk mengambil kebijakan pelonggaran karantina meski tetap diimbau untuk mematuhi pedoman pembatasan sosial (social distancing).

Pemerintah federal Amerika Serikat telah mengatakan bahwa setiap negara bagian harus memastikan jumlah total kasus positif menurun selama 14 hari sebagai syarat untuk mencabut karantina, namun yang terjadi, jumlah kasus positif terus meningkat sebanyak ratusan orang per harinya.

Di Texas, negara bagian terpadat kedua di AS, mencatat kasus baru dalam lima hari terakhir berkisar di angka 800-1.500. Namun sebanyak 25 persen aktivitas sosial seperti restoran, mal, dan bioskop sudah dibuka kembali.

Sementara di Florida, dilaporkan lebih dari 1000 kasus baru tercatat pada Jumat dan 1.300 pada akhir pekan lalu, tetapi sama halnya seperti di Texas, pembatasan-pembatasan sosial mulai dikendurkan sejak Senin, 4 Mei.

Sedangkan di New York yang karantina wilayah masih diberlakukan hingga 15 Mei, masih terus berkutat dengan tingginya angka kematian, sampai-sampai puluhan mayat dilaporkan ditemukan tidak terurus di dalam sebuah truk pendingin.

Protes luas memang terjadi di Amerika Serikat yang menganggap bahwa kebijakan karantina wilayah adalah pelanggaran hukum. Demonstrasi terjadi belakangan ini di California, Michigan, New York, Colorado, dan lainnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *