Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Manipulasi Kabar ‘Iran Ancam Bunuh Dubes AS’, Tambah Daftar Panjang Kekalahan AS di Hadapan Republik Islam

Manipulasi Kabar 'Iran Ancam Bunuh Dubes AS', Tambah Daftar Panjang Kekalahan AS di Hadapan Republik Islam

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Juru Bicara Kemenlu Afrika Selatan merespons rumor majalah AS tentang ancaman Iran untuk membunuh Dubes AS di negara tersebut. Ia mengutarakan keheranannya atas rumor ini dan menyatakan, Afrika Selatan tidak tahu menahu soal kabar ini.

“Kami baru mendengar laporan ini pagi ini (kemarin),” kata Jubir Kemenlu Afrika Selatan, seperti dilansir Bloomberg.

Ia menambahkan, kemungkinan Menteri Kerja Sama dan Hubungan Internasional, Naledi Pandor akan merilis statemen terkait masalah ini.

Majalah Politico mengklaim, Iran berencana membunuh Dubes AS di Afrika Selatan, sebagai “bentuk pembalasan atas terbunuhnya Jenderal Qassem Soleimani”.

Rumor “titipan dan tendensius” yang dipublikasikan majalah Politico ini juga ditanggapi oleh Jubir Kemenlu Iran, Saeed Khatibzadeh. Sembari membantah laporan majalah AS tersebut, Khatibzadeh berpesan kepada para pejabat AS agar berhenti menggunakan cara ulangan dan usang untuk mendiskreditkan Iran di kancah internasional.

“Pernyataan ngawur dan tak berdasar ini adalah bagian dari kampanye anti-intelijen Pemerintahan Trump terhadap Iran. Sudah bisa diprediksi bahwa Rezim AS akan mengarang tuduhan dan dusta terhadap Iran menjelang Pilpres AS, berbarengan dengan tekanan-tekanan rezim ini untuk menyalahgunakan mekanisme Dewan Keamanan demi menggencet rakyat Iran,” kata Khatibzadeh.

“Kendati demikian, tindakan dan manipulasi kabar semacam ini, yang kemungkinan akan berlanjut di masa mendatang, pasti tidak akan membuahkan hasil dan hanya akan ditambahkan ke daftar panjang kekalahan Washington di hadapan Republik Islam Iran,” lanjutnya.

Khatibzadeh menegaskan, sebagaimana yang telah dinyatakan berulang kali sebelum ini, Iran akan terus melanjutkan upaya hukum internasional untuk menyeret para dalang dan pelaku teror atas Syahid Qassem Soleimani ke pengadilan. Menurutnya, Iran tidak akan melupakan dan memaafkan kejahatan ini.

Tags: