Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Mendunia, Unjuk Rasa Anti Rasisme Amerika Serempak Serukan Solidaritas terhadap Minoritas Kulit Berwarna

POROS PERLAWANAN – Kasus George Floyd terus menyedot perhatian publik internasional. Sejumlah aksi unjuk rasa terjadi di sejumlah kota dunia, menunjukkan perlawanan terhadap rasisme dan kekerasan polisi di Amerika Serikat.

Ribuan demonstran dalam protes anti-rasisme di Ottawa berlutut sebagai wujud solidaritas kepada para korban yang meninggal akibat kebrutalan dan perlakuan buruk polisi AS terhadap warga kulit hitam Amerika.

Orator aksi menyatakan bahwa saat ini setiap orang harus memilih untuk “menjadi rasis” atau “anti-rasis”.

Sementara itu, polisi Prancis melarang demonstrasi yang direncanakan di depan Kedutaan Besar Amerika dan di taman dekat Menara Eiffel di Paris hari Sabtu, saat gelombang protes di seluruh dunia meningkat atas kematian George Floyd di Minneapolis, Amerika Serikat.

Departemen Kepolisian Paris mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah memutuskan melarang demonstrasi karena kekhawatiran kerusuhan sosial dan risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh kerumunan besar, mengingat kondisi pandemi virus Corona.

Beberapa hari yang lalu, orang-orang Arab, Prancis dan Afrika, serta masyarakat anti-rasis juga turun ke jalan-jalan di Paris, menolak apa yang mereka sebut “rasisme polisi Prancis” terhadap minoritas kulit berwarna.

Polisi Prancis memperkirakan jumlah pengunjuk rasa yang berkumpul, terutama di Clichy Avenue di pusat Ibu Kota lebih dari 20 ribu, sementara penyelenggara memperkirakan jumlahnya sekitar 40 ribu.

Di Australia demonstrasi berlangsung di berbagai wilayah Negeri Kanguru itu untuk mendukung kelompok Afro-Amerika. Terlepas dari langkah-langkah untuk menghadapi Corona, jumlah total peserta diperkirakan lima puluh ribu di berbagai titik demonstrasi, sementara Pemerintah setempat di beberapa kota menyarankan para demonstran yang melanggar sosial distancing harus dihukum.

Di Meksiko, sekitar seratus orang ambil bagian dalam demonstrasi di depan Kedutaan Besar AS. Para pengunjuk rasa mencoba menyeberangi pagar logam di sekitar gedung dan melukis gambar anti-rasisme di atas lempengan besi.

Frankfurt juga diwarnai demonstrasi menentang rasisme polisi Amerika. Pihak keamanan memperkirakan jumlah pesertanya mencapai tiga ribu. Para pemrotes meneriakkan slogan-slogan yang menuntut keadilan, dan memegang poster-poster dukungan untuk warga Afro-Amerika yang menjadi korban rasisme.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *