Loading

Ketik untuk mencari

Profil

Ramadan Abdullah Shallah, Pejuang Palestina Tak Kenal Lelah

Ramadan Abdullah Shallah, Pejuang Palestina Tak Kenal Lelah

POROS PERLAWANAN-Pada Sabtu malam (6/6) lalu, terbetik berita wafatnya Ramadan Abdullah Shallah, mantan Sekjen Jihad Islami. Sejak ia dikabarkan terkena serangan stroke, banyak orang mengatakan bahwa ia telah menjadi target bio terorisme.

Nyaris semua pemimpin Palestina meninggal sebagai syahid. Sepertinya, ini juga berlaku bagi Shallah. Apalagi usai ia menggantikan Syahid Fathi Shaqaqi sebagai Sekjen Jihad Islami, para teroris AS dan Israel selalu mengincarnya. Mereka bahkan membuat sayembara senilai 5 juta dolar bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi untuk menangkap Shallah.

Shallah menjadi buronan FBI sejak tahun 1995. Lantaran FBI mengetahui ia pernah mengajar di Universitas South Florida dari 1993 hingga 1995, mereka tahu betul mobilitas pejuang Palestina ini.

Setelah berjuang selama setengah abad dan menjabat sebagai Sekjen Jihad Islami selama 23 tahun, akhirnya Shallah pulang ke haribaan Tuhannya, tanpa ada satu pun orang yang memenangkan sayembara AS.

Shallah meninggalkan Palestina dan pergi ke Mesir untuk melanjutkan studinya. Di sana, ia bertemu dengan Syahid Fathi Shaqaqi, yang memiliki semangat membara untuk melakukan perlawanan terhadap Israel.

Di Mesir, Shallah mengusulkan kepada Shaqaqi untuk membentuk sebuah organisasi jihad. Ia bergabung dengan Jihad Islami yang dibentuk Shaqaqi tersebut dan bertugas untuk merekrut para anggota baru.

Shallah lalu melanjutkan studinya di Inggris, kemudia mengajar di AS. Hal ini meningkatkan kapasitas keilmuan dan analisisnya dalam perkembangan mendatang di Palestina dan kawasan.

Pada tahun 1995, ia pergi ke Suriah dengan tujuan kembali ke Palestina. Di sana ia bertemu dengan Shaqaqi. Mereka berdialog dan membuat perencanaan untuk mengembangkan proyek jihad.

Di saat itulah Shaqaqi gugur diteror oleh Mossad. Dengan demikian, Shallah pun secara resmi menggantikannya sebagai Sekjen Jihad Islami.

Periode kepemimpinan Shallah adalah periode kegemilangan bagi Jihad Islami. Rezim Zionis mesti menghadapi salah satu masa kelamnya dalam periode ini lantaran aksi-aksi Jihad Islami.

Di bawah kepemimpinan Shallah, Jihad Islami menjadi salah satu kekuatan Poros Perlawanan. Puncaknya adalah ketika di Perang 2014, Jihad Islami meluncurkan rudal-rudal jarak jauh ke Tel Aviv dan Netanya, yang berjarak 70 dan 120 km dari Jalur Gaza.

Usai Perang 22 Hari, Shallah pada tanggal 11 Februari 2009 pergi ke Iran. Dia meyakini Republik Islam Iran sebagai satu-satunya negara yang tulus membantu perjuangan Palestina.

Dalam pertemuan dengan Ayatullah Ali Khamenei, Shallah menyampaikan laporan tentang Perang 22 Hari. Saat itu, ia menyatakan dirinya mewakili bangsa dan pejuang Palestina untuk berterima kasih atas dukungan Pemimpin Iran dan rakyatnya. Shallah menegaskan, kemenangan di Gaza pada hakikatnya adalah kemenangan Iran.

“Kemenangan dalam Perang Gaza membuktikan bahwa Israel bukan lagi rezim yang mengalahkan Tentara Arab dalam Perang Enam Hari. Periode keruntuhan Rezim Zionis telah dimulai saat ini,”kata Shallah kepada Ayatullah Khamenei.

Berbeda dengan sebagian syekh-syekh Arab yang membeli perangkat militer dari musuh-musuh Islam guna memamerkan ‘kekuatan semu’ mereka, Shallah meyakini bahwa elemen iman, jihad, dan ideologi Islam adalah faktor kekuatan dan kemenangan Perlawanan.

Dalam pertemuan tersebut, Pemimpin Iran menyebut Perang 22 Hari sebagai “perang yang membedakan front kebenaran dan kebatilan.” Ayatullah Khamenei menyatakan, perang tersebut telah membongkar kedok kelompok munafik.

Dahulu, mungkin Israel pernah menebar bibit perselisihan antara Jihad Islam dan Hamas melalui antek-anteknya. Namun saat ini, persatuan antara dua kelompok pejuang ini telah merisaukan Israel, sehingga bayangan kehancuran terus menjadi mimpi buruk mereka. Ini adalah sesuatu yang telah dibangun Ramadan Abdullah Shallah dan ditegaskan olehnya hingga akhir hayat.

(Disarikan dari Mashregh)

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *