Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Mentahkan Klaim Trump, Petinggi dan Media AS Tunjukkan Fakta Unjuk Rasa Berlangsung Damai

Mentahkan Klaim Trump, Petinggi dan Media AS Tunjukkan Fakta Unjuk Rasa Berlangsung Damai

POROS PERLAWANAN – Dengan mencermati statemen para Pejabat AS, juga laporan-laporan media AS dan Barat, terkait aksi protes di negara tersebut, bisa disimpulkan bahwa mereka mengakui unjuk rasa berlangsung damai.

Dilansir Fars, tewasnya George Floyd telah memantik gelombang protes yang mengecam rasisme dan diskriminasi atas kulit hitam AS. Unjuk rasa bahkan menjalar ke negara-negara sekutu AS.

Media-media Barat menyebut bahwa 50 negara bagian AS telah dilanda gelombang unjuk rasa. Seiring kian massifnya unjuk rasa, Donald Trump berkali-kali menyebut pengunjuk rasa sebagai “pendukung kekerasan, perusuh,” bahkan “teroris domestik.” Namun statemen Trump ini disanggah para petinggi AS.

“Mayoritas unjuk rasa di negara bagian berlangsung damai,” kata Ketua Staf Umum Angkatan Bersenjata AS, Jenderal Mark Milley, dalam sebuah pidato online baru-baru ini.

Pengakuan ini tak hanya diutarakan Otoritas AS saat ini. Mantan Presiden AS, Barrack Obama, juga menyanjung aksi damai para pengunjuk rasa.

“Sebagian besar peserta dalam unjuk rasa AS bersikap damai dan inspiratif. Mereka layak mendapat dukungan dan apresiasi kita, bukan hujatan,” tulis Obama dalam sebuah artikel.

Selain Otoritas AS, baik kini atau dahulu, media-media AS dan Barat juga menyatakan bahwa unjuk rasa berlangsung damai.

Harian Guardian menulis, ”Unjuk rasa damai melanda seluruh AS. Tuntutan untuk penegakan keadilan ras telah mencapai tahap-tahap baru”.

“Data-data intelijen menunjukkan, mayoritas demo (sebagai protes) pembunuhan George Floyd, baik dari kota-kota pesisir hingga titik-titik lain, berlangsung damai,” tulis USS Today dalam laporannya.

Dalam bagian laporan ini disebutkan, ”Berlawanan dengan klaim Gedung Putih, juga berdasarkan sebuah riset baru, mayoritas (80 persen) unjuk rasa berjalan secara damai”.

USS Today menulis, unjuk rasa besar-besaran berlangsung di lebih dari 1000 kota di semua (50) negara bagian AS.

Radio Nasional AS (NPR) juga mengakui fakta ini, dengan memasang judul berita, “Unjuk rasa damai yang menentang kekerasan Polisi masih berlanjut di seluruh penjuru negeri”.

 

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *