Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Menteri Pariwisata Israel Bongkar Borok Netanyahu dan Ungkap Pertanda Keruntuhan Rezim Zionis

Menteri Pariwisata Israel Bongkar Borok Netanyahu dan Ungkap Pertanda Keruntuhan Rezim Zionis

POROS PERLAWANAN – Orang-orang yang menelaah surat pengunduran diri Menteri Pariwisata Israel, Asaf Zamir akan mendapatkan banyak hal. Salah satunya adalah bagaimana Benyamin Netanyahu membawa rezimnya menuju kehancuran, juga bagaimana orang korup ini memanfaatkan pandemi Corona demi kepentingan pribadinya.

Dilansir al-Alam, Zamir mengawali surat pengunduran dirinya dengan mengutarakan kekhawatiran atas runtuhnya Rezim Zionis akibat perilaku Netanyahu. Dia berpendapat, mustahil bahwa kondisi saat ini akan berubah jika Netanyahu tetap bertahan di posisi Perdana Menteri.

Para politisi Israel meyakini bahwa Israel akan runtuh. Bahkan belum lama berselang, Netanyahu sendiri berjanji untuk mempertahankan Israel hingga ulang tahun ke-100-nya. Janji ini sendiri adalah sebuah pengakuan terhadap asumsi bahwa Rezim Zionis mustahil bertahan dalam abad-abad mendatang, bahkan dekade-dekade ke depan sekali pun.

Zamir menyatakan bahwa Corona adalah prioritas kedua Netanyahu, sedangkan prioritas pertamanya adalah kepentingan-kepentingan pribadinya. Dengan ini, Zamir telah melemparkan sebuah “bom berkekuatan besar”.

Penyebaran virus Corona di Israel adalah kesempatan emas bagi Netanyahu untuk menurunkan sumbu demonstrasi Tel Aviv terhadap dirinya.

Dengan memberlakukan lockdown, Netanyahu berusaha meredam demo-demo yang menuntut pengunduran dirinya. Orang-orang Israel merasa keberatan untuk melihat Netanyahu merendahkan sistem politik Israel, serta menggoyahkan tiang-tiangnya, yaitu (menurut klaim mereka) “keadilan, demokrasi, dan kesetaraan”.

Di akhir suratnya, Zamir mengaku bahwa dirinya tidak memiliki kemandirian dalam melakukan tugasnya, bahkan saat mengundurkan diri sekali pun.

Pengunduran Zamir kian membongkar borok Netanyahu. Sebab, Netanyahu yang dianggap gagal mengendalikan Corona, membatasi demo-demo yang menuntut pengunduran dirinya. Padahal, Kemenkes Israel menghendaki penutupan kawasan-kawasan zona merah, terutama yang dihuni Yahudi ekstremis Haredim. Namun Netanyahu malah mengecualikan pusat-pusat keagamaan, padahal orang-orang yang hilir-mudik ke tempat-tempat itu adalah faktor utama penyebaran Corona.

Ada sejumlah poin yang bisa disimpulkan dari pengunduran diri Zamir:

Pertama, tak satu pun langkah Netanyahu dalam beberapa pekan lalu, termasuk normalisasi dua negara Arab dengan Israel, bisa mengubah pandangan para pengkritiknya, yang menyebut Netanyahu sebagai orang korup yang mesti diadili.

Kedua, Netanyahu dengan memberlakukan lockdown total telah menunjukkan senjatanya, terutama kelompok ekstremis Haredim, yang membahayakan kepentingan nasional.

Ketiga, bahwa krisis ini menunjukkan ketergantungan Netanyahu terhadap para penguasa Arab saat ini, dalam arti bahwa selama ia masih diberi uang untuk digunakan, ia akan tetap bertahan di kekuasaan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *