Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Negara Penantang AS Makin Bertambah, Menyusul Iran Kini Meksiko Siap Jual Bensin ke Venezuela

Negara Penantang AS Makin Bertambah, Menyusul Iran Kini Meksiko Siap Jual Bensin ke Venezuela

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador pada hari Senin 15 Juni menyatakan, negaranya siap melakukan transaksi jual-beli dengan Venezuela, kendati negara itu tengah dijatuhi sanksi oleh AS.

“Venezuela memang tidak mengajukan permintaan kepada kami. Namun jika ada permintaan, kami akan melakukannya demi alasan kemanusiaan. Kita orang merdeka, Meksiko adalah negara independen. Kami sendiri yang menentukan kebijakan. Meksiko tidak terlibat dalam kebijakan negara-negara lain,” kata Obrador saat mengunjungi negara bagian Veracruz di Teluk Meksiko, seperti diwartakan Associated Press.

“Ini adalah proses penentuan nasib rakyat. Bantuan kemanusiaan akan diberikan dengan cara ini. Tak satu pun orang berhak menindas selainnya. Tak ada hegemoni mana pun yang bisa menghancurkan negara lain,” tandasnya.

Hingga kini, Kementerian Luar Negeri Meksiko belum memberi tanggapan soal kesiapan untuk menjual bensin ke Venezuela.

AS memberlakukan sanksi-sanksi atas Pemerintahan Nicolas Maduro. Washington mengklaim bahwa presiden sah Venezuela adalah Juan Guaido, pemimpin oposisi negara tersebut. Sampai saat ini, Meksiko tidak mengakui Guaido sebagai Presiden Venezuela.

Beberapa hari lalu, Kejaksaan AS mengumumkan bahwa Pemerintah Republik Cape Verde telah menangkap seorang pengusaha yang bekerja sama dengan Pemerintah Venezuela.

Pengusaha asal Kolombia, yang juga memiliki paspor Venezuela, itu bernama Alex Nain Saab. Dia memenangkan tender untuk program subsidi pangan Pemerintah Maduro.

Tahun lalu, Saab dituding AS telah melakukan pencucian uang. Washington juga menjatuhkan sanksi atasnya dalam transaksi bahan makanan. Otoritas AS mengklaim, transaksi yang dilakukan Saab adalah penipuan dan bertujuan untuk memperkaya dirinya dan Maduro.

Kementerian Luar Negeri Venezuela mengumumkan, saat Saab ditangkap, dia adalah wakil Caracas untuk menyediakan makanan, obat-obatan, dan barang-barang lain yang dibutuhkan rakyat Venezuela untuk menghadapi pandemi Corona.

Kementerian Luar Negeri Venezuela menyebut penangkapan Saab sebagai penahanan sepihak yang melanggar hukum internasional. Sebab itu, Venezuela menuntut agar Pemerintah Cape Verde segera membebaskannya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *