Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Aneh, PBB Hapus Koalisi Saudi Pembunuh Anak-anak Yaman dari Daftar Hitam Pelanggar Hak Anak

Aneh, PBB Hapus Koalisi Saudi Pembunuh Anak-anak Yaman dari Daftar Hitam Pelanggar Hak Anak

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Sekjen PBB Antonio Guterres pada hari Senin 15 Juni mengumumkan, Koalisi Saudi telah dihapus dari daftar hitam PBB. Daftar hitam itu berkaitan dengan peran dalam kematian anak-anak dan pelanggaran hak-hak mereka.

Menurut laporan Reuters, langkah ini diambil Guterres setelah Koalisi Saudi tercantum dalam daftar hitam tersebut selama beberapa tahun terakhir, karena telah membunuh dan melukai anak-anak Yaman.

Dalam laporan tahunan yang ditulisnya untuk Dewan Keamanan PBB, Guterres mengklaim, ”Koalisi Saudi dihapus dari daftar ini, setelah ada ‘penurunan mencolok’ terkait kematian dan kecacatan yang disebabkan serangan-serangan udara.”

Selain itu, Sekjen PBB juga mengklaim bahwa Koalisi Saudi telah “melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi anak-anak”.

PBB mencantumkan Koalisi Saudi di daftar hitamnya sejak Oktober 2017. Koalisi ini dinyatakan bersalah karena membunuh dan melukai 683 anak di Yaman, juga melancarkan serangan ke puluhan sekolah dan rumah sakit di negara tersebut.

Dalam laporan tahun 2019 lalu, Guterres menegaskan bahwa Koalisi Saudi masih tercantum dalam daftar pelanggar hak anak-anak.

Ini bukan kali pertama Saudi dicantumkan atau dihapus dari daftar hitam PBB.

Saat masih dipimpin Ban Ki-moon, PBB di tahun 2016 untuk pertama kalinya mencantumkan Saudi dalam daftar hitam ini, walau hanya sebentar saja.

Waktu itu, Ban Ki-moon mengungkapkan bahwa PBB ditekan keras oleh Riyadh untuk menghapus nama Saudi dari daftar tersebut. Jika tidak, Riyadh mengancam akan menghentikan bantuan dana untuk PBB.

Hanya sehari setelah nama Saudi dicantumkan dalam daftar, Ban Ki-moon menyerah terhadap tekanan Riyadh dan membatalkan keputusannya. Tindakan ini mendapat hujatan pedas dari berbagai lembaga HAM.

Koalisi Saudi melancarkan agresi ke Yaman sejak 2015 lalu, dengan tujuan mengembalikan Abdurabbih Mansour Hadi ke kekuasaannya. Agresi ini telah menewaskan dan melukai puluhan ribu warga Yaman.

Para pakar PBB menyebut dampak agresi Saudi terhadap Yaman sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Sebanyak 22 juta orang (atau 75 persen dari total populasi penduduk Yaman) membutuhkan bantuan kemanusiaan. Sebanyak 8,4 juta dari mereka bahkan tidak tahu bagaimana memperoleh makanan mereka berikutnya.

Tags: