Loading

Ketik untuk mencari

Opini

New York Times Media Pendusta, Alat Propaganda Rezim Washington

POROS PERLAWANAN – The New York Times bukan dan tidak pernah menjadi “The Newspaper of Record” seperti mottonya, kecuali dalam pikirannya sendiri.

Mereka adalah aib nasional, mesin pendusta, alat propaganda negara, terutama tentang masalah geopolitik.

Mereka menampilkan siaran pers komunitas intelijen AS -sampah yang menyamar sebagai “berita layak cetak” yang bahkan tidak pantas dibaca.

Wartawan Chicago Sun Times, Mike Royko pernah berkata bahwa “ikan yang menghargai diri sendiri tidak akan (mau) dibungkus oleh Murdoch (pemimpin korporasi berita, New York Times termasuk di dalamnya)”.

Hal yang sama berlaku untuk NY Times dan media utama AS. Memanipulasi pikiran publik adalah misi mereka. Jurnalisme cara itu seharusnya telah lama ditinggalkan.

Pekan lalu, NY Times merosot ke posisi terendah bahkan jika dibandingkan dengan standar mereka sendiri yang begitu menyedihkan.

Mereka dengan keliru mengklaim “Rusia secara diam-diam menawarkan hadiah bagi (Taliban) untuk membunuh pasukan AS” di Afghanistan -mengutip komunitas intelijen AS yang sama dengan yang menyebut bahwa Rusia ikut campur dalam Pemilu AS yang dibantah secara total oleh Moskow.

The Times menyebutkan, “Para pejabat intelijen Amerika telah menyimpulkan bahwa unit intelijen militer Rusia diam-diam menawarkan hadiah kepada militan yang terkait dengan Taliban jika berhasil membunuh pasukan koalisi di Afghanistan -termasuk menargetkan pasukan Amerika- di tengah pembicaraan damai untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lama di sana,” menurut pejabat yang menjelaskan tentang hal ini.

Tidak ditemukan sedikit pun bukti yang dapat dipercaya untuk mendukung berita sampah di atas.

Beberapa kebenaran yang justru ditutupi oleh Times:

Fakta: Federasi Rusia adalah yang terdepan dalam mendukung perdamaian dan stabilitas dunia.

Fakta: Rusia mencari hubungan kerja sama dengan negara-negara lain, tidak berperang dengan siapapun, tidak mengancam kutub yang berlawanan dengannya, berbanding terbalik dengan cara Washington beroperasi: mengobarkan perang abadi terhadap kemanusiaan di dalam dan luar negeri, sebuah ancaman besar untuk kelangsungan hidupnya.

Tidak ada bukti yang menunjukkan keabsahan dari apa yang dilaporkan Times karena memang faktanya tidak ada.

Seorang pro-perang, anti-perdamaian, alat kapitalis, ekstremis Russophobia, Juru Bicara DPR AS Nancy Pelosi, seorang yang bahkan tidak pantas berada di posisi itu, justru menyatakan persetujuan atas propaganda Times.

Hal yang sama kemungkinan berlaku untuk setidaknya sebagian besar anggota DPR dan Senat, terutama golongan anti-Trump, keduanya sama-sama mendukung mesin perang AS.

Penulis: Stephen Lendman
Sumber: Press TV

Tags:

Fatal error: Allowed memory size of 134217728 bytes exhausted (tried to allocate 24039600 bytes) in /www/wwwroot/porosperlawanan.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 2169