Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Niat AS Bentuk ‘NATO Arab-Israel’ di Kawasan Ibarat Tikam Belati Beracun ke Palestina dengan Tangan Arab

Niat AS Bentuk 'NATO Arab-Israel' di Kawasan Ibarat Tikam Belati Beracun ke Palestina dengan Tangan Arab

POROS PERLAWANAN – Sekretaris Komite Eksekutif PLO, Saib Uraiqat menyebut kesepakatan UEA dan Bahrain dengan Israel “perjanjian perdamaian sebagai imbalan dukungan.”

“Langkah UEA dan Kerajaan Bahrain dari satu sisi, dan Israel serta AS dari sisi lain, tidak bisa kita sebut sebagai kesepakatan damai atau perdamaian di hadapan perdamaian. Kita bisa menyebutnya sebagai perdamaian untuk imbalan dukungan. Maksud saya, AS yang akan memainkan peran (dukungan) ini,” kata Uraiqat kepada CNN, seperti dikutip Fars.

“Jared Kushner memberitahu sebagian penentu keputusan Dunia Arab, bahwa AS tidak berkewajiban untuk melanjutkan masalah (dukungan) ini. Menurutnya, Dunia Arab mesti menarik Israel ke arahnya. Gagasan Kushner adalah membentuk NATO Arab-Israel di Kawasan. Ini adalah masalah yang sangat berbahaya,” imbuh Uraiqat.

Ia berpendapat, sistem keamanan negara-negara Arab tidak bisa mengandalkan Rezim Zionis. Menurut Uraiqat, tidak masuk akal jika Arab menanti jaminan keamanan dari Israel.

“Sebab Washington dan Tel Aviv telah menegaskan bahwa Israel harus lebih kuat dari semua negara Arab. Sistem keamanan nasional Arab mesti mengandalkan elemen Arab sendiri. Israel tidak boleh menjadi bagian darinya,” papar Uraiqat.

Ia menyatakan, misi Israel adalah menyerang negara Arab mana pun yang berkembang dari sisi teknologi dan strategi. Misi ini akan dilakukan selamanya oleh Israel.

Uraiqat juga meyakini bahwa normalisasi tak akan mengubah perilaku Rezim Zionis. Sebab Netanyahu sendiri telah berkata bahwa pembangunan permukiman Zonis dan aneksasi Tepi Barat tetap akan dilanjutkan.

“Netanyahu juga mengklaim bahwa tak boleh ada negara Palestina yang dibentuk berdasarkan perbatasan 1967. Quds (Yerusalem) juga tak akan dibagi, sebab Quds Timur akan menjadi bagian dari Ibu Kota Israel,” tutur Uraiqat.

Ditujukan kepada UEA dan Bahrain, Uraiqat berkata, ”Jika sebelum normalisasi, kalian tidak bisa memengaruhi (Israel), bagaimana kalian bisa melakukannya usai normalisasi? Bagaimana kalian akan memengaruhi Israel, jika kalian sudah keburu membayarkan harganya?”

“Saya tidak paham kenapa mereka mengatakan bahwa normalisasi akan membantu Palestina. Netanyahu tiap hari berkoar bahwa (warga) Palestina sendirian dan telah ditinggalkan Arab. Tapi dia memang benar. Kushner telah menikamkan belati beracun kepada Palestina melalui tangan orang Arab,” tandas Uraiqat.

Tags: