Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Nilai Trump Tak Paham Poin Penting Kaidah Perang, Ahli Hukum Militer AS Ragukan Legalitas Instruksi Gegabahnya Hancurkan Kapal Iran

Nilai Trump Tak Paham Poin Penting Kaidah Perang, Ahli Hukum Militer AS Ragukan Legalitas Instruksi Gegabahnya Hancurkan Kapal Iran

POROS PERLAWANAN – Para pakar hukum militer di AS meragukan keabsahan cuitan berisi instruksi Donald Trump terkait kapal-kapal Iran.

Trump lewat akun Twitter-nya pada Rabu 22 April lalu memerintahkan penembakan kapal-kapal Iran, jika kapal-kapal itu menimbulkan “gangguan” kepada kapal-kapal AS.

Kepada situs Business Insider, para pakar hukum militer menyatakan bahwa instruksi untuk menembak harus diberikan berdasarkan keyakinan adanya “niat permusuhan” dari pihak kedua. Dan ini adalah poin yang tidak diperhatikan Trump dalam instruksi yang ia berikan.

Dilansir al-Alam, pensiunan Angkatan Laut AS Rick Hoffman mengatakan bahwa seseorang tidak bisa ditembak hanya karena ia “mengganggu dan mengusik.”

Menurut Hoffman, berdasarkan kaidah perang, instruksi penembakan baru diberikan jika pihak kedua terbukti memiliki niat atau melakukan tindak permusuhan.

“Manuver-manuver membahayakan dan aksi mengganggu kapal-kapal Iran pada dasarnya tidak bisa disebut sebagai ancaman atas kapal-kapal AS,” tutur Hoffman.

Trump pada Rabu lalu mencuit, ”Saya telah memerintahkan kepada Angkatan Laut AS untuk menembak dan menghancurkan setiap atau semua kapal Iran yang berniat mengusik kapal-kapal kita di laut.”

Cuitan Trump diunggah menyusul statemen dari Armada V Angkatan Laut AS, yang menyatakan bahwa 11 speedboat IRGC telah mengusik kapal-kapal perang AS pada 15 April lalu di utara Teluk Persia.

Angkatan Laut AS mengklaim, speedboat IRGC melintas dengan “kecepatan tinggi dan membahayakan” di dekat haluan dan buritan kapal-kapalnya.

IRGC menanggapi klaim tersebut dengan menyatakan, laporan versi para teroris AS tak ubahnya seperti kisah film Hollywood.

“Kami mengimbau pihak AS mematuhi aturan internasional dan protokol maritim di Teluk Persia dan Laut Oman. Mereka juga disarankan agar menghindari segala bentuk petualangan dan cerita bohong,” tegas IRGC.

Komandan Angkatan Laut IRGC, Admiral Ali Reza Tangsiri juga memperingatkan, kehadiran AS di mana pun hanya memicu ketidakamanan.

“Kami berkali-kali mengumumkan kepada negara-negara Arab, bahwa Teluk Persia adalah laut tertutup dengan luas 250 ribu Km persegi. Jika terjadi sesuatu pada kapal-kapal berbahan bakar nuklir, sedikitnya 10 hingga 12 tahun tak akan ada makhluk hidup dan air bersih di Kawasan. Hal ini sangat berbahaya bagi kalian (negara-negara Arab), karena kalian menggunakan air yang disuling,” tandas Tangsiri.

Tags: